Persaingan untuk Game Eksklusif Merambah Android dan iOSNew York – Google bersama Android mungkin telah mendominasi pasar smartphone hingga 80 persen, sedangkan iOS cukup puas dengan menonjolkan eksklusivitasnya. Namun demikian, medan pertempuran baru di antara keduanya telah muncul, yakni di bidang game. Seperti dilansir dari Digital Trends (Senin, 21/4/2014), menurut laporan yang dipublikasikan oleh The Wall Street Journal, Google, Apple, dan ditambah dengan Amazon saat ini seakan melakukan apapun yang mereka bisa untuk memperoleh game eksklusif sebanyak-banyaknya bagi paltform mereka masing-masing. Ya, persaingan dunia game telah merambah di dunia smartphone.

Laporan tersebut muncul setelah pengembang game Electronic Arts (EA) dan ZeptoLab setuju untuk mempublikasikan game mereka, Plants vs. Zombie 2 dan Cut the Rope 2, eksklusif sementara untuk iOS. Plants vs. Zombie 2 eksklusif untuk iOS selama dua bulan, sementara Cut the Rope 2 tiga bulan.

Menurut CEO dari Kongregate, Emily Greer, eksklusivitas tersebut sangat berpengaruh terhadap penjualan platform tertentu. Dia mengatakan bahwa jika seseorang menyukai sebuah game dan sangat ingin memainkannya, namun game tersebut tidak tersedia pada smartphone-nya, maka mereka akan berganti smartphone. Tingkat kefanatikan seseorang terhadap game bisa melebihi apapun. Fenomena yang kurang lebih sama terjadi di dunia video game, baik konsol maupun handheld.

Yang lebih menarik, Apple (pemilik iOS), tampaknya tidak menawarkan uang untuk eksklusivitas game. Apple akan menawarkan dukungan marketing atau promosi hanya setelah pengembang game mendemonstrasikan dan mendiskusikan gamenya dengan pihak Apple. Google dan Amazon juga menerapkan strategi serupa.

Namun demikian, tidak semua pengembang game mengeksklusifkan gamenya pada satu platform saja. Salah satunya adalah Gameloft. Mereka memilih untuk merilis game balapnya, Asphalt, di Android dan iOS secara bersamaan. Salah satu penyebabnya adalah fakta yang mengatakan bahwa kurang lebih 70 persen dari total $16 milyar pembelanjaan aplikasi mobile di seluruh dunia, yang berarti sekitar $ 11,2 miliyar (Rp 128 triliun), berasal dari pembelian game mobile. Angka yang luarbiasa. Oleh karena itu, mengeksklusifkan game hanya pada satu platform saja dapat menghambat pengembang game untuk meraih keuntungan yang maksimal. (Rani Soraya – www.harianindo.com)