Home > Ragam Berita > Berita Politik: Beredar Tudingan bahwa KMP Lebih Diktator dari Orba

Berita Politik: Beredar Tudingan bahwa KMP Lebih Diktator dari Orba

Berita Politik: Beredar Tudingan bahwa KMP Lebih Diktator dari Orba

Sihol Manullang.
(sumber foto: SCTV)

Jakarta – Kemenangan Koalisi Merah Putih (KMP) dalam drama politik pemilihan ketua DPR dan MPR RI dinilai oleh banyak pihak sebagai sebuah bentuk ketidakadilan dalam demokrasi. KMP dituding sengaja ingin menjadikan lembaga legislatif tersebut sebagai wadah perlawanan dan pembalasan atas kekalahan mereka di pemilihan presiden 2014 kemarin.

Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Sihol Manulang, bahkan menuding KMP telah berusaha membangun sebuah tirani politik, yang bahkan menurutnya lebih kejam dari masa orde baru Soeharto dulu.

Sihol menegaskan bahwa KMP telah mempraktikan politik baals dendam dan lebih diktator dari jaman Soeharto. Sihol menilai bahwa salah satu bentuk kediktatoran tersebut adalah ketika KMP tidak memberikan ruang bagi Koalisi Indonesia Hebat (KIH), yang merupakan pendukung Jokowi-JK, untuk duduk di kursi pimpinan parlemn. KMP bahkan dicurigai berencana untuk menempati sejumlah posisi-posisi vital lain di parlemen, seperti misalnya komisi-komisi DPR.

Sihol menambahkan bahwa pada era Soeharto saja, PPP masih diberi ruang yang cukup leluasa di legislatif. Padahal partai tersebut adalah lawan politiknya.

Dan jika benar bahwa KMP akan mengubah parlemen menajdi ruang perlawanan terhadap pemerintahan Jokowi-JK, maka Sihol menekankan bahwa seluruh relawan dan simpatisan Jokowi-JK akan mempersiapkan agenda tersendiri untuk melawan balik.

Baca juga
Politik Dalam Negeri: Koalisi Indonesia Hebat Terus Kalah, Puan Disorot

Bara JP dan sejumlah relawan lainnya telah melakukan pertemuan pada Jumat (10/10) pagi kemarin. Pertemuan tersebut ditujukan untuk mempersiapkan agenda pengawalan pemerintahan Jokowi-JK.

Sihol melanjutkan bahwa yang dilakukan KMP ini justru telah membuat kegaduhan politik, yang berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik, baik dari dalam maupun luar negeri, tak terkecuali para pelaku ekonomi. Sihol menyebutkan bahwa salah satu gejala yang mulai terlihat adalah indeks saham an nilai tukar rupiah yang tengah anjlog. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

KPK Geledah 10 Lokasi Terkait Kasus Dugaan Suap Perizinan Proyek Meikarta

KPK Geledah 10 Lokasi Terkait Kasus Dugaan Suap Perizinan Proyek Meikarta

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggeledah 10 lokasi, termasuk kediaman bos Lippo Group ...


Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/harianindo/public/wp-content/plugins/mashshare-sharebar/includes/template-functions.php on line 409

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/harianindo/public/wp-content/plugins/mashshare-sharebar/includes/template-functions.php on line 135