Home > Ragam Berita > Menyimak Kasus Novel Baswedan

Menyimak Kasus Novel Baswedan

Menyimak Kasus Novel BaswedanJakarta – Pada hari ini, Jumat (1/5/2015) sekitar pukul 00.00 WIB petugas dari Badan Reserse Kriminal (Bareksrim) Mabes Polri menjemput paksa penyidik KPK, Novel Baswedan, di rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Novel yang juga merupakan anggota Polri yang bekerja di KPK ini diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap pelaku pencurian sarang burung walet pada 2004 silam saat Novel masih menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bengkulu.

Pada waktu itu anak buah Novel di Polres Bengkulu melakukan penganiayaan terhadap pencuri sarang burung walet. Novel sendiri sedang tidak berada di TKP. Saat kejadian, Novel baru empat hari menjabat Kasat Reskrim Polresta Bengkulu.

Novel kemudian menjalani pemeriksaan kode etik di Mapolres Bengkulu dan Polda Bengkulu. Dari hasil pemeriksaan, Novel mendapatkan teguran keras karena bertanggungjawab terhadap perilaku anak buahnya, namun Novel masih menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu hingga Oktober 2005.

Pada tahun 2006 Novel kemudian bergabung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai penyidik KPK.

Pada tahun 2012 Novel Baswedan yang pada saat itu berpangkat Komisaris Polisi dipercaya KPK untuk memimpin penggeledahan di Markas Korlantas Polri terkait kasus tindak pidana korupsi dalam proyek simulator ujian Surat Izin Mengemudi roda dua dan roda empat, serta tindak pidana pencucian uang yang disangkakan kepada Inspektur Jenderal Djoko Susilo yang pada waktu itu menjabat sebagai Kepala Korlantas Mabes Polri.

Tak lama kemudian pada awal Oktober 2012, Gedung KPK didatangi oleh sejumlah petugas Kepolisian Daerah Bengkulu dengan dibantu sejumlah perwira Polda Metro Jaya untuk menangkap Novel Baswedan sebagai tersangka kasus penganiayaan berat terhadap pencuri sarang burung walet pada tahun 2004 silam itu.

Ditetapkannya Inspektur Jenderal Djoko Susilo sebagai tersangka juga berbuntut dengan ditariknya sejumlah penyidik Polri yang ditugaskan di KPK. Pada waktu itu peristiwa ini terkenal dengan nama ‘Cicak versus Buaya jilid 2’.

Ketegangan antara KPK dan Polri pada waktu itu memaksa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk turun tangan dengan mengambil keputusan bahwa perkara kasus Irjen Djoko Susilo diserahkan ke KPK dan penetapan Novel Baswedan sebagai tersangka dinilai tidak tepat waktu dan caranya.

Setelah peristiwa ini berlalu sekian tahun, pada Februari 2015, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Rikwanto menyatakan bahwa Bareskrim Polri akan melanjutkan kembali pengusutan kasus Novel karena status tersangka Novel belum dicabut dan kasusnya belum kadaluarsa untuk dilanjutkan.

Pada 13 Februari 2015, Bareskrim melakukan pemanggilan pertama kepada Novel untuk diperiksa tapi Novel tidak memenuhi panggilan tersebut. Demikian juga halnya pada pemanggilan kedua pada 26 Februari 2015 lalu.

Kemudian pada Jumat (1/5/2015) dinihari, Novel Baswedan ditangkap di rumahnya di Kelapa Gading dengan surat perintah penangkapan bernomor SP.Kap/19/IV/2015/Dittipidum.

Dalam surat tertanggal 24 April 2015 yang ditandatangani Direktur Tindak Pidana Umum selaku penyidik Brigadir Jenderal (Pol) Herry Prastowo itu memerintahkan untuk segera dilakukan pemeriksaan terhadap Novel yang diduga keras melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dan atau seseorang pejabat yang dalam suatu perkara pidana menggunakan sarana paksaan, baik untuk memeras pengakuan maupun untuk mendapat keterangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 422 KUHP Jo Pasal 52 KUHP yang terjadi di Pantai Panjang Ujung Kota Bengkulu tanggal 18 Februari 2004 atas nama pelapor Yogi Hariyanto.

Surat itu juga menyebutkan bahwa Novel sudah dua kali tidak memenuhi panggilan dengan alasan yang sah sehingga dilakukan penangkapan. (Dwi Kristyowati – harianindo.com)

x

Check Also

Adhyaksa Dault Komentari Tudingan Eks Menteri Anti Pancasila

Adhyaksa Dault Komentari Tudingan Eks Menteri Anti Pancasila

Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menuding ada mantan menteri yang kini menjadi komisaris ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis