Home > Ragam Berita > Rusia Gelar Parade Militer Terbesar Sepanjang Sejarah

Rusia Gelar Parade Militer Terbesar Sepanjang Sejarah

Rusia Gelar Parade Militer Terbesar Sepanjang SejarahMoscow – Untuk memperingati 70 tahun kemenangan Rusia atas Nazi pada Perang Dunia II, pada Sabtu (9/5/2015) diadakan parade militer terbesar sepanjang sejarah Rusia di Red Square, Moskow.

Pada perade tersebut ditampilkan ribuan tentara Rusia dari berbagai kesatuan yang berbaris rapi, ratusan pesawat jet tempur, tank, dan senjata-senjata canggih milik Rusia lainnya.

Ikut dalam parade tersebut sejumlah tentara China untuk pertama kalinya. Hal ini menunjukkan bagaimana hubungan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping yang semakin hangat belakangan ini.

Dalam parade, ikut ditampilkan tank T-14 Armata yang memiliki meriam dengan pengendali jarak jauh. Tank ini diklaim Rusia sebagai tank terkuat di dunia saat ini. Tidak ketinggalan pula rudal balistik antar benua RS-24 Yars yang sanggup mengangkut tiga hulu ledak nuklir secara bersamaan.

Senapan serbu tercanggih AK-74 M yang diproduksi pembuat senjata legendaris Rusia, Kalashnikov, juga ikut meramaikan parade. Sebagian prajurit Rusia yang berbaris menggunakan seragam besi yang baru pertama kali ini ditampilkan.

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidatonya membangkitkan semangat dan rasa patriotisme rakyat dan prajuritnya soal sentimen anti-barat. “Dalam beberapa dekade terakhir prinsip-prinsip dasar kerjasama internasional telah diabaikan, dengan semakin sering kita melihat bagaimana mentalitas militer blok barat. Ini adalah momentum,” demikian kata Vladimir Putin. Meski demikian, Vladimir Putin tetap berterima kasih kepada pihak Inggris, Prancis dan Amerika Serikat atas kontribusi mereka untuk kemenangan Rusia pada saat itu.

Parade militer ini dihadiri oleh 20 Kepala Negara, diantaranya adalah Presiden China Xi Jinping, Presiden India Pranab Mukherjee, dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.

Namun demikian, parade militer Rusia ini diwarnai dengan aksi boikot yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan sejumlah pemimpin negara anggota Uni Eropa untuk memprotes keterlibatan Rusia dalam krisis di Ukraina. (Dwi Kristyowati – harianindo.com)

x

Check Also

Kasus Palu Arit Habib Rizieq Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Palu Arit Habib Rizieq Naik ke Tingkat Penyidikan

Jakarta – Polda Metro Jaya memutuskan untuk menaikkan level kasus ucapan Habib Rizieq yang menyinggung ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis