Home > Ragam Berita > Pengageng Keraton Surakarta Sebaiknya Tidak Ikut Campur

Pengageng Keraton Surakarta Sebaiknya Tidak Ikut Campur

Pengageng Keraton Surakarta Sebaiknya Tidak Ikut CampurJogja – Setelah dikeluarkannya sabdaraja dan dawuhraja oleh Sultan Hamengku Buwono (HB) X, tidak dipungkiri hal ini menimbulkan konflik di internal Keraton Jogjakarta. Kejadian ini ternyata juga menarik perhatian Keraton Surakarta.

Terbukti Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta GKR Wandasari ternyata juga angkat bicara. Wanita yang akrab dengan nama Gusti Moeng ini menyatakan bahwa HB X melakukan pelanggaran adat.

Tak khayal pernyataan ini menimbulkan reaksi dari internal Keraton Jogja. Dalam keterangan persnya, Sabtu (9/5), Pengageng Security Keraton Jogja KRT Poerbokusumo mengharapkan agar Gusti Moeng tidak ikut campur dalam masalah rumah tangga Keraton Jogja.

Diingatkan oleh Acun, sapaan akrab dari Poerbokusumo, bahwa ketika Keraton Surakarta sedang dilanda masalah pun dari pihak kerabat Keraton Jogja sama sekali tidak pernah angkat bicara. Karena sebagai sesama trah penerus Dinasti Mataram, memang kerabat Keraton Jogja memilih untuk diam memerikan penghormatan ketika internal Keraton Surakarta mengalami masalah.

Bahkan dari kami tidak ada satupun omongan diutarakan. Pihaknya memiliki pendapat bahwa hal ini adalah urusan internal Keraton Surakarta, sehingga tidak sopan apabila ada orang luar yang ikut bicara. Hal inilah yang saat ini harus dilakukan oleh Gusti Moeng.

Karena ketika Keraton Jogja sedang berpolemik setelah dikeluarkannya sabdaraja tepatnya pada 30 April dan 5 Mei 2015, seharusnya pihak kerabat Keraton Surakarta dapat menahan diri, pungkas keponakan dari HB IX ini. (Choirul Anam – www.harianindo.com)

x

Check Also

Golkar Tarik Dukungan Kepada Ridwan Kamil, Ini Sebabnya

Golkar Tarik Dukungan Kepada Ridwan Kamil, Ini Sebabnya

Jakarta – Golkar memutuskan menarik dukungannya dari Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jawa Barat pada ...