Home > Ragam Berita > Konflik Yaman: 100 Orang Telah Tewas Sebelum Gencatan Senjata

Konflik Yaman: 100 Orang Telah Tewas Sebelum Gencatan Senjata

Konflik Yaman: 100 Orang Telah Tewas Sebelum Gencatan SenjataSanaa – Arab Saudi dan Kelompok Houthi telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata demi mendukung lancarnya pengiriman bantuan kemanusiaan untuk rakyat Yaman. Namun demikian, sebelum kesepakatan tersebut terjadi, serangan udara yang dilancarkan oleh Arab Saudi telah menewaskan 100 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya.

Seperti dilansir dari Xinhua (Rabu, 13/5/2015), sebelum gencatan senjata tersebut resmi berlaku, serangan udara terbaru dari Arab Saudi dan koalisinya telah menghantam sejumlah kawasan di Kota Sanaa dan Kota Ta’izz, yang terletak di Yaman bagian selatan. Laporan dari lapangan mengatakan bahwa 70 orang tewas dalam serangan yang menimpa sebuah gudang senjata di kawasan tersebut. Muncul juga laporan yang mengatakan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sanaa juga terimbas serangan duara tadi.

Direktur Rumah Sakit di Sanaa mengatakan bahwa laporan terakhir yang diterimanya menunjukkan adanya 100 orang tewas dan 300 lainnya luka-luka akibat serangan udara Arab Saudi yang ditargetkan kepada gudang senjata. Terdapat pula ratusan warga lainnya yang juga mengalami cedera dan dilarikan ke rumah sakit yang berbeda di Sanaa.

Seorang pejabat medis di Yaman mengatakan bahwa jumlah korban meninggal ini bisa saja bertambah. Pasalnya, beberapa korban luka yang dilarikan ke rumah sakit tersebut banyak yang mengalami kondisi kritis serta tidak memperoleh perawatan yang memadai.

Dikabarkan pula bahwa meski serangan duara tersebut ditujukan kepada pasukan Kelompok Houthi, pada kenyataannya mayoritas korban yang terbunuh dan luka-luka berasal dari warga sipil. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Pengacara Hotma Sitompoel Juga Mendapatkan Keuntungan dari Proyek E-KTP

Pengacara Hotma Sitompoel Juga Mendapatkan Keuntungan dari Proyek E-KTP

Jakarta – Hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta meyakini, dua terdakwa mantan pejabat di Kementerian Dalam ...