Home > Ragam Berita > Presiden Nigeria Kaji Ulang Eksekusi Mati Prajuritnya

Presiden Nigeria Kaji Ulang Eksekusi Mati Prajuritnya

Presiden Nigeria Kaji Ulang Eksekusi Mati PrajuritnyaAbuja – Telah beredar pemberitaan yang mengatakan bahwa Pemerintah Nigeria berencana mengekskusi 66 prajurit mereka yang menolak berperang melawan Kelompok Boko Haram. Kabar terbaru dari rencana kontroversial tersebut mengatakan bahwa Presiden Baru Nigeria, Muhammadu Buhari, menyatakan akan melakukan pengkajian ulang terhadap semua operasi militer yang pernah mereka jalankan untuk melawan kelompok militan tersebut, sekaligus mempelajari kondisi personil prajurit.

Dikabarkan bahwa 66 prajurit yang menolak bertempur melawan Boko Haram tersebut telah ditahan sejak tahun lalu. Para prajurit tersebut kemudian divonis mati dengan tuduhan melakukan konspirasi, memberontak terhadap perintah, dan bertindak pengecut.

Pengacara dari beberapa prajurit tersebut menyatakan bahwa keengganan para prajurit ini untuk bertempur disebabkan oleh peralatan perang yang tidak memadai. Mereka harus bertempur melawan kelompok militan yang memiliki peralatan tempur relatif lebih baik dari yang mereka miliki.

Seperti dilansir dari BBC (Jumat, 22/5/2015), Femi Falana, salah satu pengacara prajurit tersebut, mengatakan bahwa para prajurit ini tidak mendaftar sebagai tentara Nigeria untuk melakukan bunuh diri. Mereka ingin berjuang membela tanah Air namun sayangnya pemerintah tidak menyediakan peralatan tempur yang memadai.

Fanala bahkan menuding Presiden Nigeria periode lalu, Goodluck Jonathan, menolak memberikan bantuan untuk prajurit-prajurit yang divonis mati tersebut, misalnya dengan melakukan kajian ulang terhadap kasus mereka. Oleh karena itu, Fanala sangat mengapresiasi keputusan yang diambil oleh Presiden Baru Nigeria, Muhammadu Buhari, tersebut.

Adapun saat ini, ancaman Boko Haram di Nigeria telah tumbuh begitu besar dan berbahaya. Apalagi, kelompok tersebut telah menyatakan sumpah setianya terhadap kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Kelompok ini telah menjadi bagian dari ancaman teror terhadap dunia internasional. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Setya Novanto Didakwa Menyalahgunakan Wewenang Dengan Ancaman Penjara Seumur Hidup

Setya Novanto Didakwa Menyalahgunakan Wewenang Dengan Ancaman Penjara Seumur Hidup

Jakarta – Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa mantan Ketua DPR Setya Novanto ...