Home > Ragam Berita > Berita ISIS Terkini: Simpatisan Baru ISIS Muncul Setiap Hari di AS

Berita ISIS Terkini: Simpatisan Baru ISIS Muncul Setiap Hari di AS

Berita ISIS Terkini: Simpatisan Baru ISIS Muncul Setiap Hari di AS

Polisi berjaga di sekitar lokasi kontes menggambar kartun Nabi Muhammad di Garland, Texas, yang berakhir dengan insiden tembak-menembak antara aparat dengan dua orang pelaku yang diduga anggota ISIS
(sumber foto: AP)

Washington – Ancaman kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) telah demikian mengkhawatirkan di Amerika Serikat (AS). Bukan ancaman serangan senjata atau teror bom, namun ancaman ideologi radikal yang terus-menerus didengungkan oleh kelompok tersebut.
Hal tersebut terbukti dari temuan terbaru dari AFP (Kamis, 28/5/2015), yang mengatakan bahwa otoritas keamanan AS kini hampir setiap hari disibukkan dengan investigasi terhadap orang-orang yang diduga terkait dengan ISIS. Laporan terbaru yang disampaikan oleh seorang pejabats enior AS tersebut mengindikasikan peningkatan ancaman ISIS terhadap keamanan nasional AS.

Pejabat senior yang namanya tak mau disebutkan tersebut mengatakan bahwa saat ini pihaknya menggelar investigasi terhadap temuan baru di tiap harinya. Dan semua itu secara khusus terkait dengan ISIS.

Pejabat tersebut menuturkan bahwa ISIS kini telah menemukan cara dalam mendorong orang untuk mengangkat senjata dan memotivasi mereka untuk melakukan aksi teror di dalam wilayah AS. Dan anggota-anggota baru ISIS tersebut terus bermunculan hampir setiap hari.

Dalam sepekan terakhir, Kementerian Kehakiman AS dilaporkan telah mendakwa sejumlah orang di negara bagian Georgia, Texas, serta California, karena dituduh telah mensuplai ‘dukungan material’ kepada ISIS. Tak dijelaskan dukungan seperti apa yang mereka berikan.
Pejabat senior tadi kembali melanjutkan bahwa otoritas keamanan AS, seperti misalnya FBI, harus menemukan cara baru untuk memastikan apakah seseorang berniat melancarkan aksi terorisme atau tidak.

Adapun temuan ini muncul ke permukaan menjelang tenggat waktu bagi Senat untuk mengetok palu undang-undang keamanan terkait isu penyadapan warga yang dilakukan oleh dinas keamanan AS. Program kontroversial yang dilaksanakan oleh NSA (National Security Agency) tersebut telah menghasilkan tumpukan rekaman pembicaraan telepon dari jutaan warga AS, yang bahkan sama sekali tidak ada kaitannya dengan aksi terorisme.

Jika pada Minggu, 31 Mei 2015, Senat tidak meloloskan undang-undang keamanan baru tersebut, maka NSA wajib mematikan server dan melucuti segala macam peralatan mereka yang selama ini digunakan untuk memantau aliran komunikasi warga AS tadi. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Wapres JK Menyebut Terorisme Bisa Berkembang di Negara Gagal

Wapres JK Menyebut Terorisme Bisa Berkembang di Negara Gagal

Jakarta – Terorisme dinilai dapat tumbuh pada negara-negara gagal dikarenakan banyaknya pengangguran dan masyarakatnya merasa ...