Home > Ragam Berita > AASAM 2015: TNI AD Juara, Australia dan AS Curiga

AASAM 2015: TNI AD Juara, Australia dan AS Curiga

AASAM 2015: TNI AD Juara, Australia dan AS CurigaJakarta – Indonesia sangat menyayangkan sikap militer Australia dan Amerika Serikat (AS) yang mencurigai prestasi gemilang prajurit TNI Angkatan Darat (AD) yang telah menyabet gelar juara umum pada kejuaraan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2015.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tantowi Yahya, mengatakan kepada Koran Sindo (Jumat, 5/6/2015), bahwa sikap kedua negara, yang meminta agar senjata TNI AD dibongkar pasca lomba, menunjukkan sebuah bentuk arogansi. Tantowi menilai bahwa itu merupakan bentuk perilaku superioritas Australia yang menganggap remeh bangsa lain. Pada kejuaraan-kejuaraan serupa di waktu-waktu yang lalu, militer Australia juga menunjukkan sentimen negatif terhadap prestasi prajurit Indonesia.

Tantowi mengatakan lagi bahwa sikap Australia dan juga AS ini sangat melukai harga diri Bangsa Indonesia. Karena sikap tersebut berkaitan langsung dengan reputasi TNI AD, yang merupakan representasi negeri ini.

Media Australia, ABC, menyatakan bahwa tindakan militer Australia dan AS tersebut akhirnya membuat pihak Indonesia terpaksa melayangkan protes kepada panitia AASAM 2015. Tantowi mengatakan bahwa kontingen TNI AD melakukan protes karena selama kompetisi berlangsung, tidak ada satu pun senjata milik peserta yang dibongkar.

Menurut laporan yang beredar, militer Australia dan AS tidak puas dengan hasil kejuaraan, yang dimenangi secara telak oleh Indonesia. Militer Australia dan AS pun melayangkan protes kepada panitia, dan kemudian panitia meminta TNI AD untuk membongkar senjata SS2 V4 dan pistol G2 buatan Pindad yang memang digunakan oleh prajurit Indonesia.

Pihak TNI AD tidak serta merta menuruti permintaan tersebut dan melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan Mabes TNI AD di Jakarta. Kadispen TNI AD, Brigjen TNI Wuryanto, mengatakan bahwa dari hasil konsultasi tersebut, TNI AD menolak permintaan panitia AASAM 2015. Kontingan Indonesia bersedia membongkar senjatanya hanya jika seluruh kontingen diperlakukan sama, yakni sama-sama dibongkar. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Sandiaga Uno Tegaskan Ada Beberapa Restoran yang Belum Bayar Pajak

Rekan Bisnis Telah Ditetapkan Menjadi Tersangka, Sandiaga Uno Masih Berstatus Saksi

Jakarta – Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan rekan bisnis Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga ...