Home > Ragam Berita > Berita ISIS Terkini: Mantan PM Israel Katakan ISIS Dapat Dihancurkan dalam Dua Hari

Berita ISIS Terkini: Mantan PM Israel Katakan ISIS Dapat Dihancurkan dalam Dua Hari

Berita ISIS Terkini: Mantan PM Israel Katakan ISIS Dapat Dihancurkan dalam Dua HariMoskow – Mantan Perdana Menteri (PM) Israel, Ehud Barak, baru-baru ini mengeluarkan komentar mengenai isu kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Barak mengatakan bahwa ISIS tidaklah sekuat yang dibayangkan oleh masyarakat awam. Menurutnya, jika penggabungan kekuatan dan koordinasi dari berbagai pihak bisa dilakukan dengan sangat baik, maka kelompok radikal tersebut bisa dihancurkan dalam tempo paling cepat dua hari.

Seperti dilansir dari Russia Today (Jumat, 26/6/2015), Ehud menilai bahwa keberhasilan ISIS sampai saat ini bisa terwujud karena mereka menghadapi ancaman yang kurang terkoordinasi dan koheren. Padahal, lanjut Ehud, secara teknis ISIS tidaklah kuat, karena hanya terdiri dari 30 ribu sampai 40 ribu personil dan hanya mengendarai Toyota pickup yang dipasangi dengan senapan mesin.

Anggapan yang dipercaya oleh berbagai pihak adalah ISIS memiliki kekuatan personil yang cukup kuat dengan dukungan perlengkapan militer yang bisa dibilang unggul di kawasan Timur Tengah. ISIS dianggap memiliki perlengkapan tempur yang terbaik dibandingkan dengan kelompok-kelompok militan lainnya di wilayah tersebut. Bahkan, Presiden Rusia, Vladimir Putin, menduga bahwa ISIS memiliki persenjataan yang lebih mumpuni dibandingkan dengan militer Irak.

Meski demikian, Ehud tetap tidak menganggap ISIS sebagai kekuatan yang mengkhawatirkan. Bahkan dirinya menilai bahwa anggapan dan penilaian terhadap ISIS tersebut adalah sesuatu yang berlebihan.

Ehud menilai bahwa masalah utama yang menghambat usaha untuk menghancurkan ISIS adalah rendahnya semangat tempur dari pasukan Irak. Selama ini, perlawanan paling sengit diperlihatkan oleh kelompok militan Kurdi di Kobani.

Selain itu, masalah berikutnya adalah minimnya partisipasi Turki dalam pertempuran melawan ISIS, meski kelompok radikal tersebut sempat beberapa kali melakukan serangan di wilayah perbatasan Turki dan Suriah. Turki memiliki kemampuan dan pengalaman bertempur di wilayah perbatasan seperti di Kobani, namun partisipasi mereka hampir tidak ada. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Perusahaan Pemenang Tender Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Pengadaan UPS

Perusahaan Pemenang Tender Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Pengadaan UPS

Jakarta – Bareskrim Polri menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS) ...