Home > Ragam Berita > Kontroversi Taksi Uber: Pemerintah Dinilai Hadapi Turbulensi

Kontroversi Taksi Uber: Pemerintah Dinilai Hadapi Turbulensi

Pemerintah Dinilai Hadapi TurbulensiJakarta – Taksi Uber, yang telah beroperasi di kawasan Jakarta hampir satu tahun, masih belum terbebas dari pro dan kontra. Pengoperasian layanan taksi yang menggunakan mobil sewaan tersebut dinilai sebagai satu bentuk inovasi bisnis yang menyalahi regulasi Indonesia.

Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Soegeng Poernomo, mengatakan hal tersebut dalam forum diskusi yang mempertemukan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI, Organda DKI, dan pihak Taksi Uber. Diskusi tersebut dilangsungkan di Kemanggisan, Jakarta Barat, pada Rabu malam lalu (1/7/2015).

Soegeng menilai bahwa sampai saat ini, Taksi Uber memang cukup diminati oleh para pengguna taksi di Jakarta. Dan oleh karenanya, bisnis tersebut belum ada berhenti perkembangannya.

Inovasi yang disajikan oleh Uber adalah penggunaan aplikasi yang mempertemukan sopir taksi, bersama mobil sewaannya, dengan penumpang yang memesan lewat aplikasi tersebut. Sampai saat ini, konsumen mengaku puasa dengan pelayanan yang diberikan oleh Uber. Namun demikian, masalah lain datang dari sisi perizinan dan regulasi.

Uber disebutkan telah menyalahi aturan yang mewajibkan kendaraan umum memakai plat nomor kuning, menyalahi penetapan standar tarif berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur setempat, dan sejumlah pelanggaran lainnya. Namun demikian, sejatinya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 juga sama sekali tidak menyentuh soal inovasi yang diciptakan oleh Uber.

Soegeng menambahkan bahwa kondisi semacam ini lumrah terjadi di negara berkembang. Di satu sisi, terjadi perkembangan inovasi bisnis yang demikian cepat seiring dengan perkembangan teknologi, di sisi lain, regulasi pemerintah belum siap menangani inovasi semacam itu. Kondisi ini disebut Soegeng dengan istilah “turbulensi”.

Soegeng melanjutkan lagi bahwa solusi untuk menghadapi turbulensi semacam itu adalah pemerintah harus mengkaji dan mengeluarkan regulasi baru yang mengatur penggunaan teknologi dalam usaha jasa transportasi. Harapannya, dengan adanya regulasi khusus tersebut, tidak terjadi lagi pergesekan di lapangan. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Deklarasi Dukungan Kepada Ahok-Djarot Ditunda, PPP Kubu Romy Janji Jadwalkan Ulang Segera

Deklarasi Dukungan Kepada Ahok-Djarot Ditunda, PPP Kubu Romy Janji Jadwalkan Ulang Segera

Jakarta – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta kubu Romahurmuziy (Romi) ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis