Home > Ragam Berita > Jelang Mudik Lebaran, Masih Ada 124 Jalur Yang Rusak

Jelang Mudik Lebaran, Masih Ada 124 Jalur Yang Rusak

Jelang Mudik Lebaran, Masih Ada 124 Jalur Yang RusakJakarta – Diungkapkan oleh Kapolri Jenderal Badrodin Haiti bahwa untuk saat ini ada sekitar 124 jalan rusak pada jalur mudik. Sayangnya ia tidak merinci dimana saja titik-titik jalan yang rusak tersebut.

Dalam keterangan persnya, Senin (6/7), di kompleks Istana Negara, Jakarta, Badrodin mengungkapkan bahwa saat ini sedang dalam tahapan perbaikan dan diharapkan dapat segera selesai.

Tidak hanya jalanan yang rusak, namun ada 107 titik pasar tumpah yang tersebar di seluruh wilayah baik itu jalur pantura ataupun selatan yang ada di Pulau Jawa. Selainitu Polri juga mencatat bahwa ada persimpangan atau jalan yang menyempit sebanyak 178 titik.

Badrodin juga menambahkan bahwa jika terjadi kemacetan pihaknya telah menyiapkan berbagai pengamanan. Diharapkan pemudik yang menggunakan kendaraan motor dapat menghindari jalanan yang rusak dan menyempit.

Hal ini dikarenakan jumlah kecelakaan para pengendara motor diprediksi angkanya mencapai 70 persen jika dibandingkan dengan moda transportasi yang lainnya.

Walaupun demikian, pihaknya telah menyiapkan jalur alternatif bagi para pengguna sepeda motor yang dimulai dari Karawang sehingga bisa keluar ke Cikalong dan Ciasem, pungkas Badrodin. (Rini Masriyah – www.harianindo.com)

x

Check Also

DPR Usul Penambahan Jumlah Pimpinan, Marzuki Alie: Malu Punya Wakil Seperti Itu

DPR Usul Penambahan Jumlah Pimpinan, Marzuki Alie: Malu Punya Wakil Seperti Itu

Jakarta – Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Marzuki Alie mengaku tidak mengerti dan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis