Home > Ragam Berita > Punya Keluhan ? Lapor Saja ke “Lapor Presiden”

Punya Keluhan ? Lapor Saja ke “Lapor Presiden”

Punya Keluhan ? Lapor Saja ke “Lapor Presiden”Jakarta – Presiden Jokowi kembali membuat terobosan dengan membuat kanal sebagai tempat penampung aspirasi, keluhan, dan masukan dari masyarakat seputar kebijakan dan persolan-persoalan yang perlu ditangani pemerintah.

“Saudara-saudara, saya percaya masukan langsung saudara-saudara bermanfaat untuk membuat keadaan menjadi lebih baik. Oleh karena itu selain melalui Facebook dan Twitter saya, sekarang saya tambah sebuah kanal saluran komunikasi langsung hasil karya anak bangsa. Silakan manfaatkan kanal tersebut di samping kanal-kanal lain yang sudah ada. Mari terus bekerja dan mengawal pembangunan negara kita,” tulis Jokowi, melalui akun Facebook pribadinya, Minggu (12/7/2015) sore.

Melalui kanal laporpresiden.org, Presiden mengajak masyarakat untuk berperan serta langsung dalam pembangunan dengan memberikan masukan langsung kepada pemerintah dan memberikan masukan bagi laporan masyarakat yang lainnya.

Laporan-laporan dari masyarakat yang masuk akan dirangkum dan ditanggapi setiap bulannya oleh Presiden sebagai bahan kebijakan pemerintah selanjutnya.

Sebelumnya, pada 21 Juni 2015, bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-54, Presiden Jokowi merilis akun Facebook dan Twitter resminya. (Dwi Kristyowati – harianindo.com)

x

Check Also

Direktur Poltracking Indonesia Sebut Dua Kasus Sylviana Murni Pengaruhi Elektabilitas

Direktur Poltracking Indonesia Sebut Dua Kasus Sylviana Murni Pengaruhi Elektabilitas

Jakarta – Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomer urut satu, Sylviana Murni, saat ini harus ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis