Home > Ragam Berita > Militer AS Mungkin Batalkan Proyek F-35 Lightning II

Militer AS Mungkin Batalkan Proyek F-35 Lightning II

Militer AS Mungkin Batalkan Proyek F-35 Lightning II

Pesawat Jet F-35 Lightning II sedang melakukan uji senjata
(sumber foto: Reuters)

Washington – Pihak militer Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa mereka kemungkinan akan membatalkan proyek pengembangan dan pembelian pesawat tempur yang digadang-gadang sebagai yang tercanggih saat ini, yaitu F-35 Lightning II. Pembatalan tersebut dikarenakan sejumlah laporan mengenai kekurangan pesawat jet tersebut, yang dikatakan gagal memenuhi harapan.

Seperti dilansir dari War is Boring (Senin, 13/7/2015), jet tempur F-35 disebut-sebut memiliki banyak kekurangan pada sensor, persenjataan, dan kecepatannya, yang menyebabkan jet generasi terbaru tersebut sangat mudah terlacak dan ditembak jatuh. Website militer tersebut menyebutkan bahwa F-35 belum bisa dibandingkan dengan pesawat jet modern milik Rusia dan China, yang menjadi rival F-35 dalam “pertempuran” di masa yang datang.

Sebuah laporan juga mengatakan bahwa F-35 sempat mengalami kekalahan telak ketika menghadapai pesawat jenis lama, F-16, dalam sebuah uji tempur. Hal tersebut seharusnya tidak terjadi mengingat dari segi pengembangan teknologi, F-35 seharusnya jauh lebih unggul.

Kondisi semacam inilah yang kemudian membuat Departemen Pertahanan AS mulai berpikir dua kali untuk melanjutkan proyek F-35 Lightning II. Pesawat siluman yang disebut-sebut akan menjadi titik balik generasi pesawat tempur modern bagi AS dan sekutu-sekutnya tersebut mulai dipandang sebagai produk gagal, dan pihak Pentagon sedang berpikir untuk mencari alternatif lainnya.

Komandan Marinir AS, Jenderal Joseph F. Dunford, mengatakan kepada media Sputnik bahwa proyek pengembangan dan pembelian F-35 saat ini sedang dikaji ulang, karena memang pihak militer AS tengah berusaha mengejar target jumlah unit kekuatan pesawat tempur mereka, yang mencapai 2.443 unit pesawat.

Adapun, menurut laporan yang beredar, biaya pengembangan F-35 Lightning II, yang didanai oleh AS dan beberapa negara sekutunya, telah mencapai USD 400 miliar, atau setara dengan Rp 5.316 triliun. Pesawat tersebut juga dilaporkan memakan biaya operasional sebesar USD 1,5 miliar, atau setara dengan 19 triliun. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Hasil Survei : Elektabilitas Jokowi Tinggi di Jawa Timur

Hasil Survei : Elektabilitas Jokowi Tinggi di Jawa Timur

Surabaya – Lembaga survei The Initiative Institute melakukan survei terkait Pilpres terhadap 1.016 responden di ...