Home > Ragam Berita > Astaga, Demi Dana Kampanye, Politisi Ini Paksa Istrinya Jadi Pelacur

Astaga, Demi Dana Kampanye, Politisi Ini Paksa Istrinya Jadi Pelacur

Astaga, Demi Dana Kampanye, Politisi Ini Paksa Istrinya Jadi PelacurPolewali Mandar – Berita menghebohkan datang dari Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Seorang politisi bernama Khaerul Asri (31) diketahui tega menjual istrinya, ND (27), pada rumah bordil dengan tarif kencan sebesar Rp 500 ribu.

Perbuatan bejat sang politisi ini bertujuan untuk mendanai ambisinya untuk maju ke pemilihan anggota dewan DPRD Polewali Mandar setelah sebelumnya gagal pada 2009 lalu.

Kiprah biadab Asril akhirnya berakhir di persidangan yang digelar pada Selasa (3/8/2010) silam.

Kebobrokan Khaerul yang setiap harinya berprofesi sebagai makelar motor semenjak gagal menjadi anggota dewan tersebut, mulai terbongkar setelah ia menikahkan Gapur, saudara kandung ND.

“ND mulai menceritakan permasalahan yang menimpa rumah tangganya. Ia berkata kepada Gapur bahwa Khaerul seringkali memaksa dirinya untuk melayani laki-laki dengan tarif Rp 500 ribu. Itu agar utang-utangnya dengan orang lain terbayarkan,” kata Tajar meniru perkataan Nadriah saat mengadu ke saudaranya.

Ditanya soal kehidupan sehari-hari Haerul dan Nadriah, Tajar menuturkan, selama ini kehidupan keduanya rukun-rukun saja.
Nadriah yang setiap harinya menjual pulsa dan masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di Sulbar, sedangkan Khaerul bekerja sebagai makelar motor.
Namun, setelah gagal menjadi anggota dewan, Kherul menjadi berubah.

“Sudah mencalonkan diri jadi anggota dewan baru tingkah lakunya berbeda dari sebelumnya, hingga ia menjadikan istrinya sebagai PSK,” ujar Tajar.

Saat mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Polman, Khaerul memang meminjam uang untuk membiayai kampanyenya.
Namun, impian Khaerul kandas. Perolehan suara Haerul tak cukup untuk mengantarnya duduk sebagai anggota dewan yang terhormat.

Haerul pun bingung mencari cara agar bisa mengembalikan uang yang dipinjamnya tersebut.
Dan entah dari mana datangnya, dia tahu-tahu memiliki ide untuk menjual istrinya yang memang masih berusia muda.
ND pun dipaksa menjadi pelacur (PSK) dengan tarif Rp 500 ribu sekali kencan.

Rupanya ND tidak terima dijadikan sapi perahan suaminya. Diam-diam, dia melaporkan Khaerul ke polisi. Tanpa menunggu lama, polisi segera menangkap pria bejat tersebut.
“Khaerul mengancam akan membunuh ND jika kemauannya tidak dituruti. Bukti-bukti kami sudah cukup berdasarkan pengakuan saksi-saksi yang pernah ‘menyewa’ ND,” ujar JPU Syukur selaku jaksa penuntut umum.

Atas tindak pidana yang dilakukann Asril, JPU M Syukur menuntutnya dengan lima tahun penjara sesuai Pasal 8 UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Prabowo : "Jangan Lo Kira Gue Enggak Bisa Punya iPhone"

Prabowo : “Jangan Lo Kira Gue Enggak Bisa Punya iPhone”

Jakarta – Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra menggelar sebuah pertemuan yang mengumpulkan seluruh ...