Home > Ragam Berita > Ini Dia Alasan Ojek Pangkalan Enggan Gabung GoJek

Ini Dia Alasan Ojek Pangkalan Enggan Gabung GoJek

Ini Dia Alasan Ojek Pangkalan Enggan Gabung GoJekJakarta – Jasa layanan angkutan sepeda motor berbasis teknologi aplikasi telepon seluler semacam GoJek dan Grab Bike memang tengah populer. Kemudahan dalam penggunaan aplikasinya serta keamanan yang terjamin membuatnya menjadi pilihan utama bagi para konsumen yang berada di kota-kota besar. Dari segi pengendaranya pun terbilang menarik. Para calon ojek diiming-imingi dengan pendapatan yang menarik jika bergabung.

Namun yang kini menjadi pertanyaan, masih banyak supir ojek konvensional yang enggan untuk bergabung. Harian Indo pun mencari tahu penyebabnya (Selasa, 4/8/2015).

Babe, seorang pengemudi ojek pangkalan yang beroperasi di daerah Mampang, Jakarta Selatan, mengaku memiliki alasan tersendiri kenapa dirinya tidak berminat bergabung dengan GoJek. Alasannya cukup sederhana, yaitu karena dirinya tidak mengerti cara mengoperasikan telepon seluler.

“Katanya terima pesanannya harus pake hape, saya enggak ngerti cara pakainya,” ujar Babe.

Dalam sistem layanan GoJek, tidak hanya pelanggan yang menggunakan aplikasi di telepon seluler untuk memesan. Namun pengemudi juga menggunakan aplikasi serupa untuk menerima permintaan pelanggan.

Babe menambahkan, di usianya yang sudah mencapai 50 tahun, dirinya sudah tidak kuat lagi berlama-lama mengojek atau mengojek sampai ke tempat yang jauh. “Sudah tua jadi gampang capek, sekarang juga paling jauh nganter ke Tendean atau Pasar Minggu,” kata pria asli Betawi tersebut.

Sementara Didin, pengemudi ojek pangkalan di daerah Beji, Depok, beralasan bahwa pendapatannya jika bergabung dengan GoJek justru akan menurun.

“Kalau sekarang penghasilan semuanya buat sendiri, kalau di GoJek harus dibagi sama kantornya, jadi kurang dong,” kata Didin. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

DPR Akhirnya Mengesahkan RUU Pemilu Menjadi Undang-Undang Meski Empat Fraksi Walk Out

DPR Akhirnya Mengesahkan RUU Pemilu Menjadi Undang-Undang Meski Empat Fraksi Walk Out

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pemilu menjadi Undang-Undang meskipun Rapat ...