Home > Ragam Berita > Paus Fransiskus Restui Jika Ada Umatnya Yang Bercerai

Paus Fransiskus Restui Jika Ada Umatnya Yang Bercerai

Paus Fransiskus Restui Jika Ada Umatnya Yang BerceraiVatikan – Menurut Paus Fransiskus, umat katolik yang bercerai lalu menikah lagi harus mendapatkan perlakuan yang lebih baik dari Gereja. Pada ceramahnya di depan para pastor (Rabu, 5/8/2015). Paus lalu menambahkan jika mereka seharusnya tidak dikucilkan seperti yang terjadi akhir-akhir ini.

Menurut ajaran yang dianut Gereja, umat katolik yang bercerai lalu menikah lagi hidup dalam dosa, hal ini disebabkan karena pernikahan pertama merekalah yang diakui oleh gereja. Orang-orang tersebut bahkan tidak diperkenankan untuk menerima komuni.

Penekanan Paus Fransiskus pada belas kasihan dalam kepemimpinan gereja telah menimbulkan harapan di kalangan banyak umat Katolik. Mereka berharap dia akan mencabut larangan menerima komuni karena komuni dianggap perlu untuk berpartisipasi penuh dalam komunitas Katolik.

Meskipun komentarnya tentang perceraian tidak menyinggung hal itu, Paus Fransiskus memang mengatakan, bahwa Gereja harus mengubah sikapnya terhadap orang-orang yang merasa dijauhkan.

“Bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang mengalami kegagalan dalam ikatan perkawinan mereka, dan melakukan perkawinan baru?” tanya Paus dalam pertemuan umum hari Rabu itu.

Paus Fransiskus mengatakan Gereja harus menemukan cara untuk memberikan “sambutan nyata” kepada umat katolik yang telah menemukan kebahagiaan dalam pernikahan kedua setelah perkawinan pertama mereka gagal.

“Orang-orang ini jelas tidak boleh dikucilkan … dan mereka seharusnya tidak diperlakukan seperti selama ini,” katanya. “Mereka selalu menjadi anggota Gereja.”

Masalah bagaimana Gereja memperlakukan warga katolik yang bercerai mungkin menjadi isu besar dalam pertemuan para uskup dunia di Vatikan pada Oktober mendagtang.

Paus juga mendesak para pastor agar menyambut anak-anak dari warga katolik yang bercerai itu. “Anak-anak itu paling menderita dalam situasi ini. Bagaimana kita dapat mendorong para orang tua anak-anak ini untuk melakukan segalanya dalam membesarkan anak-anak mereka dalam kehidupan kristen … kalau kita terus menjauhkan mereka dari kehidupan masyarakat, seolah-olah mereka telah dikucilkan?” katanya.

Paus Fransiskus mengatakan, anak-anak sering menanggung “beban tambahan” karena dibuat merasa seperti orang buangan di paroki-paroki setempat, karena orang tua reka bercerai. “Sayangnya, jumlah anak-anak dan pemuda ini sangat banyak,” katanya. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Unjuk Rasa Besar-Besaran Terjadi di Moskow Terkait Tuduhan Korupsi Perdana Menteri Dmitry Medvedev

Unjuk Rasa Besar-Besaran Terjadi di Moskow Terkait Tuduhan Korupsi Perdana Menteri Dmitry Medvedev

Moskow – Ribuan orang turun ke jalanan Tverskaya, Moskow pada Minggu (26/3/2016) waktu setempat, menuntut ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis