Home > Ragam Berita > Jokowi Rencananya Akan Melakukan Reshuffle Hari Ini

Jokowi Rencananya Akan Melakukan Reshuffle Hari Ini

Jokowi Rencananya Akan Melakukan Reshuffle Hari IniJakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan rapat empat mata dengan Wapres Jusuf Kalla (JK) pada Selasa (11/8/2015) malam tadi/ Pertemuan tersebut diketahui bertujuan untuk membahas rencana keputusan reshuffle menteri yang akan dilakukan hari ini (Rabu, 12/8/2015).

Tidak hanya itu, beberapa menteri dari Kabinet Kerja juga diundang ke Istana Merdeka. Menteri-menteri ini kabarnya adalah menteri yang akan di-reshuffle.

“Tadi malam menteri yang dipanggil ada Menko Perekomian Sofyan Djalil, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdjiatno, ‎Menko Maritim Indroyono Soesilo, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinov Chaniago,” ujar sumber tersebut.

“Mereka yang dipanggil merupakan nama-nama yang telah diputuskan oleh Presiden Jokowi untuk di-reshuffle,” ucapnya. ‎

Ia juga mengatakan, pengumuman reshuffle akan disampaikan paling cepat siang ini, setelah Presiden melantik Rano Karno sebagai Gubernur Banten di Istana Merdeka. “Presiden sudah panggil para menteri yang akan di-reshuffle, kita tunggu saja, hari ini, nanti siang atau paling lambat besok,” jelas sumber itu.

‎Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla belum memberikan keterangan soal pertemuan di Istana Kepresidenan dengan para menteri itu.

Jajaran menteri yang dipanggil, yakni Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menko Maritim Indroyono Soesilo. Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinov Chaniago, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, dan satu lagi Mensesneg Pratikno yang biasa mendampingi Presiden setiap ada rapat atau melakukan pertemuan di Istana. ‎

Lalu, apakah 6 nama tersebut merupakan menteri-menteri yang akan di-reshuffle? Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana.

Namun, usai pertemuan tadi malam, Menko Perekonomian Sofyan Djalil sempat menjawab pertanyaan seputar isu reshuffle itu. Ia menilai reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden.

Dari pernyataan yang disampaikan, terbesit kalau Sofyan telah menerima kabar mengenai reshuffle kabinet.

“Itu hak prerogatif sepenuhnya Presiden. Bagi saya jadi menteri adalah sebuah kehormatan bisa mengabdi kepada negara, bisa mengabdi kepada Presiden, oleh sebab itu reshuffle nggak reshuffle nggak ada masalah,” kata Sofyan.

Bila tak lagi menjadi menteri, Sofyan mengaku akan berkarier di swasta. ‎”Kalau reshuffle kita kembali ke swasta. Maka makin mahal harganya, itu bagusnya orang profesional, revolving door, dari swasta masuk pemerintah, dari pemerintah masuk swasta,” jelas Sofyan. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Tantang Polisi, Pemuda Ini Justru Terkapar Dikeroyok Warga

Tantang Polisi, Pemuda Ini Justru Terkapar Dikeroyok Warga

Jakarta – Netizen dibuat gemas dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang pemuda yang sok ...