Home > Ragam Berita > Tidak Pecat Rini, PDIP Justru Masukkan Pramono Anung

Tidak Pecat Rini, PDIP Justru Masukkan Pramono Anung

Tidak Pecat Rini, PDIP Justru Masukkan Pramono AnungJakarta – Sebelum menerima tawaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, terlebih dulu meminta izin kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

“Harus ada ketertiban aturan main, maka saya minta izin dulu pada Ketua Umum PDI Perjuangan,” ujar Pramono saat ditemui wartawan usai pelantikan di Istana Negara, Rabu 12 Agustus 2015 kemarin.

Pramono menuturkan bahwa Presiden Jokowi memberikan tawaran untuk menjadi Sekretaris Kabinet sejak tiga pekan lalu. “Secara formal, tiga minggu lalu saya ditelepon,” katanya. Saat itu, Jokowi menanyakan apakah dia bersedia menjadi Sekretaris Kabinet. Saat itu, Pramono tak langsung menerimanya. Dirinya harus meminta izin kepada Megawati. “Dan Alhamdulilah diizinkan.”

Disebutkan bahwa pada hari Minggu pekan lalu, presiden mengundang Pramono ke Istana. Dalam pertemuan selama 45 menit itu Presiden Jokowi menyampaikan bahwa akan ada pelantikan dalam waktu dekat. Pramono mengaku diberi “wejangan” khusus oleh Jokowi. Wejangan yang diberikan yaitu memperbaiki komunikasi ke dalam dan luar Istana, termasuk dengan partai politik.

Presiden Joko Widodo kemarin siang resmi melantik enam menteri baru di dalam jajaran kabinet kerja. Enam menteri baru yang dilantik yaitu Darmin Nasution sebagai Menko Perekonomian, Rizal Ramli sebagai Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan yang akan merangkap jabatan sebagai Menkopolhukam dan Kepala Kantor Staf Presiden. Kemudian Sofyan Djalil sebagai Kepala Bappenas, Thomas Lembong sebagai Menteri Perdagangan, serta Pramono Anung sebagai Sekretaris Kabinet.

Adapun jauh sebelum perombakan kabinet, kubu Megawati dikabarkan kecewa terhadap menteri-menteri Kabinet Jokowi, terutama Menteri BUMN Rini M Soemarno.

Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Achmad Basarah pernah mengingatkan bahwa PDIP memiliki kekuatan terbesar, 109 kursi di DPR. Tapi, jumlah menteri dari PDIP sama dengan NasDem, yang hanya punya 39 kursi di DPR.

“Seharusnya 12 menteri, tapi itu kan terlalu banyak, jadi sembilan saja cukup,” ujar Basarah sekitar akhir Juni lalu. Pernyataan ini kemudian diralat oleh Pramono Anung, yang menyebutkan itu bukan sikap resmi partai.

Menurut informasi yang beredar, ketika itu, kursi Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, termasuk yang digoyang. Rini dan Andi adalah dua orang yang selama bertahun lalu dikenal karib dengan Megawati dan pernah diminta bergabung dalam Tim Sebelas yang dibentuk Megawati untuk menyiapkan pencalonan Jokowi sebagai presiden.

Setelah Jokowi terpilih dan dilantik, situasinya terbalik. Sebab, mereka dianggap tidak bisa menjadi jembatan Lenteng Agung–tempat PDIP berkantor–dengan Istana. Kubu PDIP ngotot Andi dan Rini harus diganti atau digeser.

Saat itu, Rini dan Andi tak mau menanggapi soal serangan tersebut. “Yang tahu kerja saya sebagai menteri itu Presiden. Silahkan beliau yang memutuskan,” kata Rini. Demikian juga Andi. “Saya manut evaluasi Presiden,” ujarnya menegaskan. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

1.000 Kiai NU Surati PKB Terkait Pilkada Jatim, Forum Kiai Kampung Sebut Para Kiai Telah Dimanfaatkan

1.000 Kiai NU Surati PKB Terkait Pilkada Jatim, Forum Kiai Kampung Sebut Para Kiai Telah Dimanfaatkan

Surabaya – 1.000 kiai dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyurati Partai Kebangkitan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis