Home > Gaya Hidup > Sejarah dan Perkembangan TAMIYA

Sejarah dan Perkembangan TAMIYA

Sejarah dan Perkembangan TAMIYAJakarta – Mini 4WD sebenarnya telah dikenal lama oleh masyarakat Indonesia, dengan TAMIYA sebagai brand yang paling populer dan laris di pasaran.

Mobil mainan mini 4WD ini dikenal pertama kali dengan diputarnya serial anime “Dash Yonkuro” di layar televisi pada tahun 1989. Kemuudian sejak saat itu dinamika perkembangan makin menggeliat dan memiliki banyak penggemar di Tanah Air.

Perkembangan permainan mini 4WD di Indonesia terlihat dengan bermunculannya banyak kelas perlombaan untuk permainan mobil mini 4WD oleh masyarakat Indonesia, mulai dari kalangan anak-anak hingga dewasa. Kelas yang dilombakan pun beragam, berikut di antaranya:

  • Kelas Speed, pada kelas speed mobil diseting untuk dapat melaju dilintasan secepatnya dilintasan lurus maupun belokan selama race berlangsung.
  • Kelas Sloop, pada kelas sloop mobil mini 4WD diseting untuk dapat melintasi lintasan lurus, belokan dan rintangan dengan kecepatan cukup kencang selama race berlangsung.
  • Kelas Drag, Untuk kelas drag mobil mini 4WD diseting untuk dapat melaju secepatnya pada lintasan lurus pada jarak lintasan tertentu.
  • Kelas Handycap, pada kelas ini mobil mini 4WD diseting untuk dapat melaju secepatnya dan dapat melewati rintangan pada lintasan perlombaan.
  • Kelas STB (Standard Box), pada dasarnya untuk kelas ini melombakan kit mobil mini 4WD apa adanya dari paket pembelian kit mini 4WD tersebut.
  • Kelas STO (Standard Original), untuk kelas STO mobil mini 4WD diseting sedemikian rupa untuk dapat melaju dan melewati rintangan pada litasan dengan syarat komponen yang digunakan untuk memodifikasi mobil mini 4WD adalah produk pabrikan tertentu.
  • Kelas Standar Modif atau Standard Bebas, pada kelas ini merk kit mini 4WD dan komponen untuk memodifikasi tidak ditentukan akan tetapi bentuk modifikasi diberikan aturan tertentu dan seting mobil ditujukan untuk dapat melintasi lintasan selam race berlangsung.

Sejatinya TAMIYA bukanlah merk yang hanya memproduksi Mini 4WD, bahkan di awal kemunculannya TAMIYA hanya memproduksi model kit dari kayu. Berikut sejarah singkat kelahiran TAMIYA:

1946 : Yoshio Tamiya mendirikan pabrik penggergajian kayu di kota Shizuoka.

1947 : Divisi pembuatan model kit dari kayu dibentuk.

1953 : Pabrik penggergajian ditutup, Tamiya mengkhususkan diri pada pembuatan model kit dari kayu.

1960 : Tamiya, Inc. mulai memproduksi

1968 : Tamiya jadi perusahaan model kit pertama di Jepang yang ikut pameran di Nuremberg Toy Fair, Jerman.

1976 : Tamiya merilis R/C Porche 934 Turbo bertenaga listrik dengan skala 1/12. Rilis ini memacu populeritas mobil radio kontrol.

1977 : Shunsaku Tamiya jadi Presiden dan Pemimpin Eksekutif Tamiya Plastic Model, Co. Seri Mobil Sport mulai dipasarkan.

1981 : Tamiya meluncurkan Seri Sepeda Motor skala 1/12.

1984 : Shunsaku Tamiya diangkat menjadi Presiden dan Pemimpin Eksekutif Tamiya, Inc.

1987 : Mobil “Racing Mini 4WD” skala 1/32 yang diproduksi sejak setahun sebelumnya, mencapai total penjualan 10 juta unit.

1988 : Pendiri Tamiya, Inc., Yoshio Tamiya meninggal dunia pada usia 83 tahun.

1989 : Tamiya Amrica, Inc. didirikan di Los Angeles, California, Amrik. Masih pada tahun yang sama, dibuka cabangnya di Eropa.

1995 : Cabangnya di Filipina didirikan, Tamiya Philipines, Inc.

1996 : Tamiya Kakegawa R/C Circuit dibuka di Kakegawa, Shizuoka, Jepang

(Rani Soraya – www.harianindo.com)

x

Check Also

Boomerang Chanel Yang Dibandrol Rp 19 Juta Tuai Banyak Kritikan

Boomerang Chanel Yang Dibandrol Rp 19 Juta Tuai Banyak Kritikan

Jakarta – Chanel baru-baru ini merilis brand terbarunya sebagai bagian dari pra koleksi spring/summer 2017 ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis