Home > Ragam Berita > Hati-Hati, Menimbun Daging Sapi Bisa Dikenakan UU Tindak Pidana Terorisme

Hati-Hati, Menimbun Daging Sapi Bisa Dikenakan UU Tindak Pidana Terorisme

Hati-Hati, Menimbun Daging Sapi Bisa Dikenakan UU Tindak Pidana TerorismeJakarta – Kepolisian rencananya akan memadukan Undang-Undang No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan Undang-Undang No 9 Tahun 2013 tentang Tindak Pidana Terorisme untuk menjerat pelaku penimbunan sapi di tempat penggemukan sapi (feedlot). Pasalnya, penimbunan sapi kini dinilai sebagai bentuk tindakan teror kepada pemerintah dan masyarakat.

“Dengan harga yang tinggi ini, apa jadinya? Teror terhadap masyarakat dan pemerintah. Harga tinggi ini siapa yang resah, kan masyarakat,” ungkap Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen Budi Waseso saat ditemui di Bareskrim Polri, Jakarta, kemarin.

Atas dasar tersebut, Budi berencana akan mengonstruksikan UU Perdagangan dengan UU tentang Terorisme.

“Saya mau konstruksikan (kedua UU itu).”

Terkait dengan inspeksi mendadak di penggemukan sapi di Tangerang, Banten (Selasa, 11/8/2015) dan Cileungsi, Jawa Barat (Kamis, 13/8/2015), Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman.

“Kami tidak bisa langsung katakan ini pidana, tapi ini masih dalam tahap penyelidikan apakah penimbunan terjadi atau tidak,” tegas Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian di Kantor Polda Metro Jaya, Jakarta, kemarin.

Sementara itu, para pelaku usaha feedlot menyatakan siap menurunkan harga jualnya. Penurunan harga jual dapat dipangkas hingga Rp38 ribu/ kilogram (kg).

“Siap turun jadi Rp38 ribu per kg,” ujar Suryatmi, pemilik feedlot PT Pasir Tengah, Kecamatan Cikalong Wetan, Cianjur, Jawa Barat, kemarin. Kesiapan itu dilontarkan di depan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di lokasi usaha milik Suryatmi.

Terkait dengan masih meroketnya harga daging sapi, sekitar Rp140 ribu/kg, Amran menjamin akan berada di bawah Rp100 ribu.

“Sekitar Rp90 ribu-Rp95 ribu per kilo.”

Terkait kelangkaan daging sapi, Artha Graha Peduli (AGP) menggelar operasi pasar daging di empat lokasi yang tersebar di Jakarta dan Bandung, Jawa Barat, kemarin. Kegiatan itu berlangsung atas kerja sama dengan PD Pasar Jaya dan PD Pasar Bermartabat.

“Para pedagang daging sapi mogok berdagang. Masyarakat menjadi bingung harus beli ke mana,” kata Ketua Pelaksana Operasi Pasar AGP Kusmanto Harapan.

Harga daging sapi yang dijual, lanjut dia, sangat terjangkau, yakni Rp90 ribu/kg dan jauh lebih murah ketimbang harga pasaran yang saat ini menembus Rp140 ribu/kg. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Anggita Bersaksi Pernah Diberi Mobil dan Uang Oleh Patrialis Akbar

Anggita Bersaksi Pernah Diberi Mobil dan Uang Oleh Patrialis Akbar

Jakarta – Dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (24/7/2017), Anggita Ekaputri mengaku pernah diberi ...