Home > Ragam Berita > Ternyata Ini Yang Menjadi Penyebab Rupiah Hampir Sentuh Rp 14.000

Ternyata Ini Yang Menjadi Penyebab Rupiah Hampir Sentuh Rp 14.000

Jakarta – Kamis (19/8) kemarin nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tercatat makin anjlok ke level Rp. 13.917 per dolar AS. Anjloknya nila tukar rupiah tersebut disinyalir merupakan akibat dari tekanan yang berasal dari internal maupun eksternal. Mulai dari kisruhnya Kabinet Kerja, perang mata uang, hingga spekulasi terkait kebijakan kenaikan suku bunga The Fed.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang pengamat valas, Farial Anwar, yang membeberkan bahwa penyebab depresiasi nilai rupiah terutama berasal dari faktor global.

Ternyata Ini Yang Menjadi Penyebab Rupiah Hampir Sentuh Rp 14.000

Pertama ada dua spekulasi yang beredar soal penyesuaian Fed Fund Rate, yakni tetap pada September, namun ada pula yang memprediksi akan ditunda.

“Dengan adanya devaluasi Yuan, diperkirakan kenaikan suku bunga acuan AS akan tertunda, bisa mundur. AS sangat kecewa dengan devaluasi Yuan karena mereka ingin Yuan dimahalkan bukan dibuat murah karena AS mengalami defisit perdagangan dengan Tiongkok akibat serbuan barang-barang asal sana,” ucap dia saat pada Jumat (21/8/2015).

Farial menjelaskan, langkah devaluasi Tiongkok diikuti Vietnam yang sengaja mendepresiasi mata uangnya Dong. Menurut dia, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terjadi perang mata uang (currency war).

Kebijakan Yuan dan Dong, lanjut Farial, semakin menambah ketidakpastian kenaikan suku bunga acuan AS karena mengganggu ekspektasi pelaku pasar.

Dari sisi dalam negeri, Farial mengatakan, harapan pasar dengan membaiknya perekonomian Indonesia belum juga menjadi kenyataan. Upaya reshuffle kabinet, dirasa belum mampu memperbaik kondisi, malah membuat tambah ruwet dengan kisruh sendiri.

Ekspektasi pasar dengan terpilihnya Darmin Nasution sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Ia menilai hal itu seketika hilang karena kisruh di tubuh Kabinet Kerja. Situasi tersebut, sambung dia, ikut menggoyahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mulai menjauh dari level 4.500.

Dia memperkirakan, tren pelemahan kurs rupiah masih akan terus berlanjut karena ketidakpastian tersebut. Sayangnya, Farial enggan menyebut secara spesifik proyeksi pelemahan kurs rupiah. (Rani Soraya – www.harianindo.com)

x

Check Also

Pengacara Hotma Sitompoel Juga Mendapatkan Keuntungan dari Proyek E-KTP

Pengacara Hotma Sitompoel Juga Mendapatkan Keuntungan dari Proyek E-KTP

Jakarta – Hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta meyakini, dua terdakwa mantan pejabat di Kementerian Dalam ...