Home > Ragam Berita > Setelah Kampung Pulo, Bukit Duri Harus Bersiap-Siap Jadi Korban Normalisasi Sungai Ciliwung

Setelah Kampung Pulo, Bukit Duri Harus Bersiap-Siap Jadi Korban Normalisasi Sungai Ciliwung

Jakarta – Wilayah Jakarta Selatan diketahui memiliki kawasan yang masuk dalam program normalisasi Sungai Ciliwung. Wilayang yang dimaksud adalah kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Cepat atau lambat wilayah ini akan bernasib sama seperti Kampung Pulo.

Setelah Kampung Pulo, Bukit Duri Harus Bersiap-Siap Jadi Korban Normalisasi Sungai Ciliwung

Wali Kota Jaksel, Tri Kurniadi, tidak ingin mengulang kerusuhan yang sebelumnya terjadi di Kampung Pulo. Bercermin dari Kampung Pulo, penertiban justru mengakibatkan pembakaran alat berat milik Pemprov dan jatuhnya korban luka.

“Jangan rusuh lah. Kita tidak mengharapkan seperti itu lah,” kata Tri di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, (Jumat, 21/8/2015).

Karena itu, sejak sekarang, Tri mengaku telah mulai berdialog dengan warga Bukit Duri. Sehingga ia mengharapkan saat waktu penertiban tiba, warga dapat menerima untuk dipindahkan. Saat ini, Tri mengaku masih menunggu Dinas Perumahan untuk menyiapkan rumah susun sebagai tempat pemindahan warga Bukit Duri. Ia pun memastikan penertiban Bukit Duri akan dilakukan setelah Kampung Pulo selesai.

“Setelah Kampung Pulo selesai, baru kita. Selain itu juga menyiapkan rumahnya dulu. Itu kan normalisasi Ciliwung jadi harus segera terwujud,” ujar Tri.

Jika rusun selesai dibangun, maka Tri mengharapkan semua warga Bukit Duri yang kawasannya masuk dalam lokasi normalisasi sungai bisa koorporatif untuk pindah ke rusun. Tri memperkirakan rusun akan selesai pada 2016 mendatang.

Baca juga:
FPI Minta Agar Makam Tokoh Islam di Kampung Pulo Jangan Diusik
Gusur Kampung Pulo, Apa Ahok Sudah Audit Rumahnya Sendiri ?
Warga Kampung Pulo Minta Agar Tidak Diperlakukan Seperti Binatang

“Kan (nantinya) disiapin tempat, tinggal masuk saja kok. Dimasukin rusun, tetapi belum tahu rusun mana. Yang tahu Kadis Perumahan itu Ibu Ika (Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta Ika Lestari Aji),” tutur Tri.

Pemukiman di Bukit Duri yang menjadi lokasi normalisasi Sungai Ciliwung dihuni sekitar 8.000 jiwa. Pemerintah memastikan tidak akan memberikan uang ganti rugi bagi warga yang tinggal di sana karena yang diduduki adalah tanah negara. Namun, bila warga memiliki sertifikat tempat tinggal, maka pemerintah akan membelinya dengan harga appraisal. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Pengacara Hotma Sitompoel Juga Mendapatkan Keuntungan dari Proyek E-KTP

Pengacara Hotma Sitompoel Juga Mendapatkan Keuntungan dari Proyek E-KTP

Jakarta – Hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta meyakini, dua terdakwa mantan pejabat di Kementerian Dalam ...