Home > Ragam Berita > Begini Cara Tuhan Menjalani Kehidupan Sederhananya

Begini Cara Tuhan Menjalani Kehidupan Sederhananya

Banyuwangi – Seorang pria tukang kayu asal Banyuwangi, Jawa Timur, baru-baru ini menjadi bahan pembicaraan di dunia maya. Pasalnya, pria 42 tahun tersebut memiliki nama yang cukup unik, yaitu Tuhan.
Begini Cara Tuhan Menjalani Kehidupan Sederhananya
Bukan hanya di dunia maya, di dunia nyata nama itu juga diperbincangkan. Tuhan tidak marah, hanya tertawa.

Lalu siapa sebenarnya sosok Tuhan ini?

Tuhan berasal dari Banyuwangi. Dia tinggal di Desa Kluncing, Licin, Dusun Krajaan, Banyuwangi.

Laki-laki kelahiran 30 Juni 1973 itu menetap bersama seorang istri, Husnul Hotimah dan dua putrinya, Novita Sari (21) dan Dewi Lestari (11). Dia tinggal di rumah sederhana bercat kuning.

Tuhan akrab disapa Tohan. Banyak juga yang memanggilnya Pak To atau Pak Han.

Tuhan merupakan bungsu dari 7 bersaudara ini terlahir dari pasangan Jumhar dan Dawijah. Semasa orang tuanya masih hidup, ia juga tidak pernah diberi penjelasan terkait pemberian nama yang tak lazim tersebut. Begitupun juga dengan 6 saudara lainnya yang tak pernah memberi penjelasan makna khusus tentang nama itu.
Begini Cara Tuhan Menjalani Kehidupan Sederhananya
“Ya nggak pernah nanya juga masalah itu (pemberian nama) ke orang tua saya. Orangtua juga nggak pernah cerita kenapa dikasih nama Tuhan,” ujar Tuhan sambil senyum kecil ketika ditemui wartawan di rumahnya, Jumat kemarin(21/8/2015).

Tuhan merupakan sosok yang dikenal pekerja keras. Sejak usia 20-an tahun, dia telah menekuni profesinya sebagai tukang kayu.

Di sudut belakang rumah tempat tinggalnya, ada bilik sederhana berukuran 6×5 yang dijadikan tempatnya berkarya. Tak hanya sebagai tempat kerjanya saja, bilik tempatnya memotong kayu dan membuat perabot kayu itu juga bercampur dengan kandang kambing miliknya.

Jika order sedang ramai, ia bisa menghabiskan waktu di bilik kerjanya mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Berbagai macam perabot kayu ia kerjakan, mulai dari lemari, meja, pintu, kusen, jendela hingga tempat tidur.

Harga perabot kayu yang dijualnya pun bervariasi, mulai dari Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah. Kepiawaiannya membuat perabot kayu sempat mengirimnya merantau hingga ke Kalimantan dan Bali hingga berbulan-bulan lamanya. Namun kali ini Tuhan memilih berkarya di Banyuwangi supaya lebih dekat dengan keluarganya.

“Lebih baik di Banyuwangi saja, dekat anak istri,” tutupnya.

Seperti apa sosok keseharian bapak yang miliki dua putri ini dihadapan keluarga dan lingkungan sekitarnya, apa komentar mereka?
Begini Cara Tuhan Menjalani Kehidupan Sederhananya
Husnul Hotimah (37) sang pendamping Tuhan menceritakan sosok suaminya dengan singkat. Perempuan yang telah berumah tangga dengan Tuhan lebih dari 24 tahun itu mengatakan jika pria yang menikahinya tersebut merupakan sosok pekerja keras, sabar dan tak pernah neko-neko.

“Orangnya ya gitu pekerja keras gak pernah neko-neko, kalo diajak ngomong ya ngomong, pendiam, sabar,” cerita Husnul saat berbincang dengan detikcom dirumahnya di Desa Kluncing, Licin, Banyuwangi, Jumat (21/8/2015).

Memiliki nama yang unik, tidak jarang Tuhan diajak bercanda oleh rekan-rekannya. Begini cara teman-temannya bercanda padanya.

“Paling teman-temannya becandain sambil ngomong ya Tuhaaaaaaaannnn!!! Kita balas ketawa saja, ya gimana wong namanya memang Tuhan,” ucap Husnul sambil terkekeh.

Tuhan Pernah ditanya berkali kali oleh petugas ketika berurusan dengan penulisan nama. Perlakuan seperti ini kerap diterima oleh Tuhan ketika harus berurusan dengan petugas administrasi.

Berita lainnya
Siswa SD Ini Tolak “Sepeda Bencong” Pemberian Jokowi
Terlalu Vokal, Tjipta Lesmana Desak Jokowi untuk Pecat Rizal Ramli

Tak hanya ditanya berkali kali untuk meyakinkan penulisan nama, wajah terheran-heran dari lawan bicara sering ia lihat ketika memperkenalkan namanya pada orang yang baru dikenalnya.

“Pas waktu bikin KTP, SIM itu orangnya yang nyatat tidak mempermasalahkan. Tapi ditanya berulang-ulang sama lihatin saya. Ya ditanya apa benar namanya Tuhan? Nanya sambil lihatin saya dengan muka heran gitu, mungkin karena nama saya dinilai aneh,” ujar Tuhan sembari tertawa ringan, Jumat (21/8/2015).

Tuhan tidak pernah risih dengan beragam gurauan, melihat ekspresi kaget dan tak percaya dari lawan bicaranya atas nama uniknya itu.

“Saya jawab seadanya juga, gimana lagi wong itu memang nama saya. Kalau warga sini sudah biasa mereka, saya dari lahir kecil disini, hidup juga di sini,” katanya.

Tuhan tak merasa aneh dengan nama pemberian orangtuanya, namun kawan-kawannya sempat memberi nama Ali sebagai nama depannya. Namun saran mengganti nama tersebut diurungkan karena dinilai akan berujung pada kendala kepengurusan administrasi yang panjang. Tuhan memilih tetap enjoy dengan nama pemberian orang tuanya tersebut.

“Dulu sempat teman-temannya itu bilang supaya ditambahi Ali jadi Ali Tuhan. Tapi kan susah harus ganti semua. Wong buku nikah, KK semua namanya ya Tuhan. Mau gimana lagi, ya ndak jadi diganti,” ujar Husnul.

Senada dengan Husnul, tiga kakak perempuan Tuhan seperti Juni, Aisyah dan Halifah juga tak pernah menginginkan jika nama pemberian mendiang orang tua pada adiknya diganti. Nama unik itu akan selalu menjadi kenangan tak ternilai yang harus dijaga hingga akhir hayat, apalagi nama itu sudah diberikan sejak Tuhan lahir.

“Gak ada keinginan mengganti nama, apalagi ‘wes diselameti’ (sudah dilakukan syukuran atau pemberkatan),” kata Halifah.

“Nama adik saya antik, Tuhan. Ya itu sudah namanya, tidak perlu diganti-ganti. Nama pemberian orang tua kok,” celetuk Juni. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Head to Head, Jokowi Masih Unggul Dibandingkan Prabowo

Head to Head, Jokowi Masih Unggul Dibandingkan Prabowo

Jakarta – Pilpres masih dua tahun lagi namun gemanya sudah mulai terdengar, bahkan Partai Nasdem ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis