Home > Ragam Berita > Pemerintah Impor 2.100 Ekor Sapi Australia untuk Dibiakkan di Dalam Negeri

Pemerintah Impor 2.100 Ekor Sapi Australia untuk Dibiakkan di Dalam Negeri

Jakarta – Kelangkaan daging sapi yang berbuntut pada meroketnya harga daging sapi telah memaksa Pemerintah Indonesia untuk melakukan impor sapi. Terkait langkah ini, pemerintah dikabarkan akan segera mendatangkan 2.000 ekor sapi indukan (heifers) dan 100 sapi pejantan (bull) asal Australia. Sapi-sapi tersebut akan dikembangbiakkan di dalam negeri.
Pemerintah Impor 2.100 Ekor Sapi Australia untuk Dibiakkan di Dalam Negeri
Untuk mendukung program tersebut, peralatan pendukung dan tim teknis pendamping asal Australia pun didatangkan ke Tanah Air. Rencana ini dilakukan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga untuk memaksimlkan program kerjasama kemitraan Indonesia dengan Australia untuk Ketahanan Pangan di sektor daging merah dan ternak sapi guna mendukung program pemerintah untuk menciptakan swasembada sapi.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan ada beberapa kesepakatan program antara Indonesia-Australia yang diharapkan berdampak konkret terhadap upaya penciptaan swasembada.

Adapun Kesepakatan yang dilakukan antara lain program pilot project integrasi perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi, sebagai upaya untuk meningkatkan populasi sapi di Indonesia.

“Diharapkan dengan program ini, usaha di bidang pengembangbiakan sapi akan lebih menarik bagi investor karena tercipta model usaha baru yang lebih menguntungkan,” ujar Franky dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/8/2015).

Menurut Franky, selama ini kegiatan pengembangbiakan sapi selalu dinilai kurang menarik oleh pengusaha.

Pasalnya, terbatasnya lahan mengharuskan para pelaku usaha beternak dengan cara konvensional yakni sistem kandang yang memerlukan ongkos produksi tinggi dan turnover yang lebih lama dibandingkan usaha penggemukan sapi.

Sementara model integrasi sapi-sawit dipercaya dapat mengurangi biaya pupuk bagi perkebunan kelapa sawit dan mengurangi ongkos produksi pakan dan perawatan bagi peternakan sapi.

“Jika program ini berhasil, maka dapat diduplikasi oleh pengusaha sawit lainnya sehingga dapat mendukung program ketahanan pangan pemerintah Indonesia atas daging sapi dan mengurangi ketergantungan impor. Hal ini juga membuka peluang baru bagi investasi di bidang peternakan sapi,” kata dia.

Selain itu, disepakati juga adanya program pembinaan untuk usaha Rumah Potong Hewan (RPH) oleh pihak Australia.

Saat ini, lanjut Franky, Australia merupakan salah satu negara yang menerapkan sistem teknologi tinggi dengan higienitas yang sangat baik untuk operasi rumah potong hewan.

Menurut Franky, pembinaan dilakukan dengan mengirimkan perwakilan dari RPH Indonesia untuk melihat dan belajar langsung dari RPH Australia. Diharapkan melalui pembinaan ini, Indonesia setidaknya dapat menerapkan operasi RPH yang lebih efisien, higienis dan menguntungkan.

Sebagai informasi, kemitraan Indonesia dengan Australia bertujuan mensinergikan kekuatan dan potensi kedua negara di sektor daging dan ternak sapi sehingga, tercipta sebuah hubungan yang saling menguntungkan di bidang investasi dan perdagangan jangka panjang antara kedua negara tersebut. Program ini pun dapat dimanfaatkan untuk mendukung tercapainya visi ketahanan pangan Indonesia. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Direktur Poltracking Indonesia Sebut Dua Kasus Sylviana Murni Pengaruhi Elektabilitas

Direktur Poltracking Indonesia Sebut Dua Kasus Sylviana Murni Pengaruhi Elektabilitas

Jakarta – Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomer urut satu, Sylviana Murni, saat ini harus ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis