Home > Teknologi > Google Terancam Sanksi dari Komisi Uni Eropa

Google Terancam Sanksi dari Komisi Uni Eropa

Jakarta – Google Inc baru-baru ini sedang bermasalah dengan Uni Eropa. Google dituduh telah melakukan praktik antritrust, dan oleh karena itu, terancam akan dijatuhi sanksi denda jika tidak segera mengubah praktik bisnisnya.
Google Terancam Sanksi dari Uni Eropa
Komisi Uni Eropa menuding Google telah mendistorsi hasil pencarian di Internet untuk mendukung layanan belanja Google sehingga merugikan berbagai pihak baik rival maupun konsumen. Google pun menolak tudingan tersebut.

“Data ekonomi yang membentang lebih dari satu dekade, berbagai dokumen dan pernyataan dari konsumen yang melakukan pengaduan, semua mengkonfirmasi bahwa pencarian produk sangat kompetitif. Kami percaya bahwa pernyataan kesimpulan UE ini salah baik dalam hal fakta, hukum dan ekonomi”, kata Kent Walker, Penasihat Umum Google, seperti dilansir dari Reuters (Jumat,28/8).

Komentar Walker tersebut dikeluarkannya bersamaan dengan bantahan Google setebal 150 halaman, yang berisikan berbagai argumentasi yang bertolak belakang dengan tudingan komisi tersebut.

Juru bicara Komisi UE mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima bantahan tertulis yang dilakukan oleh Google.

“Kami akan berhati-hati dalam mempertimbangkan respon Google sebelum mengambil keputusan tentang bagaimana proses selanjutnya dan tidak ingin mengedepankan prasangka sebelum ada hasil akhir dari penyelidikan,” ujarnya.

Jika terbukti bersalah, Google bisa mendapatkan sanksi denda yang ditetapkan pada taraf yang cukup untuk memastikan kesalahan itu tidak akan diulangi lagi. Otoritas Antitrust UE bisa memberikan sanksi denda sebesar 10% dari omset global Google.

Walker mengatakan otoritas UE telah gagal memperhitungkan persaingan kuat dari retailer online seperti Amazon.com Inc dan eBay Inc.

Dia juga mengatakan lalu lintas internet telah meningkat 227% dalam dekade terakhir di negara-negara di mana komisi itu menyatakan telah terjadi penyalahgunaan kekuatan pasar Google untuk merugikan saingan. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Kapolri: Telegram Medsos Favorit Kelompok Teroris

Kapolri: Telegram Medsos Favorit Kelompok Teroris

Jakarta – Pemblokiran media sosial Telegram oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) jelas menuai pro ...