Home > Ragam Berita > Kenaikan Dolar adalah Berkah Bagi Pengrajin dan Eksportir Mebel

Kenaikan Dolar adalah Berkah Bagi Pengrajin dan Eksportir Mebel

Jakarta – Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) atas rupiah, yang telah mencapai kisaran Rp 14.000, ternyata tak selalu merugikan pengusaha dalam negeri Indonesia. Salah satu pengusaha yang mendapatkan keuntungan akibat keadaan ini adalah eksportir mebel.
Kenaikan Dolar adalah Berkah Bagi Pengrajin dan Eksportir Mebel
Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) menyebutkan, secara umum ada lonjakan permintaan sampai 20% dari pasar ekspor.

Pelemahan nilai tukar rupiah membuat mebel asal Indonesia menjadi lebih berdaya saing, sebab harganya menjadi murah di pasar ekspor, terutama Amerika Serikat dan Uni Eropa. Hal ini membuat pembeli di luar negeri meningkatkan permintaannya.

“Buyer mengerti akan kenaikan dolar AS ini, akhirnya mereka nawar (pemesanan). In general ada kenaikan quantity (permintaan) sekitar 15-20%,” kata Ketua AMKRI Soenoto melalui pesan singkat kepada detikFinance di Jakarta, Sabtu (29/8/2015).


Baca juga
Punya Banyak Simpanan Dolar, Jessica Iskandar Merasa Untung Dengan Melemahnya Rupiah
Agar Rupiah Tidak Semakin Jebol, Jokowi Terus Berikan Arahan Kepada Menteri Ekonomi

Soenoto menambahkan, keuntungan paling besar dinikmati oleh eksportir mebel yang dalam proses produksinya menggunakan bahan baku dari dalam negeri. Semakin besar ‘local content’ yang digunakan, makin besar pula keuntungan yang diperoleh dari kenaikan dolar.

Sebaliknya, pengusaha mebel yang banyak menggunakan bahan baku impor tentu harus gigit jari. Mahalnya bahan baku impor yang terpengaruh kurs dolar tentu menggerus keuntungan mereka. “Bagi eksportir yang local content-nya dominan tentu menguntungkan dan sebaliknya bagi yang local content-nya rendah,” ucapnya.

Seperti diketahui, sampai penutupan perdagangan Jumat kemarin, dari data Reuters, dolar AS masih bertengger Rp 14.015, walaupun sempat melemah di Rp 13.972 karena intervensi Bank Indonesia.

Namun demikian, meski dolar melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melesat 68,593 poin (1,55%) ke level 4.499,225. Indeks LQ45 melonjak 16,309 poin (2,16%) ke level 771,061. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Bule Ini Nekat Pakai Kaos Palu Arit di Borobudur, Apa Alasannya?

Bule Ini Nekat Pakai Kaos Palu Arit di Borobudur, Apa Alasannya?

Jakarta – Seorang wisatawan asal Prancis harus berurusan dengan pihak keamanan saat hendak memasuki Taman ...