Home > Ragam Berita > Dulu Lebih Banyak Diam, Kini Sering Bersuara Di Sosmed, SBY Terkena Post Power Syndrome?

Dulu Lebih Banyak Diam, Kini Sering Bersuara Di Sosmed, SBY Terkena Post Power Syndrome?

Jakarta – Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapatkan cibiran atas sikapnya yang selalu mengoreksi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) di media sosial.

Dulu Lebih Banyak Diam, Kini Sering Bersuara Di Sosmed, SBY Terkena Post Power Syndrome?

Lagi-lagi, suara nyinyir tentang pernyataan SBY itu datang dari anggota Komisi XI DPR, M Misbakhun. Menurutnya, SBY yang sengaja menggelar jumpa pers justru bukan untuk memberi saran, melainkan mengarahkan pemerintahan Jokowi.

Misbakhun bahkan menyebut ketua umum Partai Demokrat itu masih menempatkan diri sebagai penguasa. “Saya melihat SBY masih post power syndrome, merasa dirinya masih presiden,” ujar Misbakhun di Jakarta ( Minggu, 30/8/2015).

Misbakhun mengakui, sah-sah saja SBY memberikan pernyataan ke publik untuk memberi saran maupun mengkritisi pemerintahan saat ini. Namun, kata politikus muda yang beken sebagai inisiator pengungkapan kasus bailout Bank Century itu, SBY mestinya juga memahami etika politik dengan tidak menunjukkan diri ke publik sebagai orang yang berpengalaman karena selama dua periode memimpin pemerintahan.

Misbakhun menegaskan, faktanya selama kepemimpinan SBY juga banyak masalah. “Justru selama pemerintahan SBY adalah pemerintahan yang punya banyak masalah. Jadi janganlah cuci tangan seperti ini,” ulasnya.

Selain itu Misbakhun juga mengatakan, jika SBY memang serius ingin membantu pemerintahan Jokowi tentunya bisa mendayagunakan para kader PD di DPR. Sebab, SBY sebagai ketua umum PD bisa memerintahkan kader-kadernya di DPR untuk membantu pemerintahan saat ini dalam menghadapi masalah ekonomi.

Terlebih, kata Misbakhun, saat ini ketua FPD adalah Edhia Baskoro Yudhoyono yang tak lain putra SBY. Dengan demikian SBY pun bisa memperjuangkan ide-idenya melalui FPD sebagai pemilik kursi terbanyak keempat di DPR.

“Sebagai ketua umum partai kan bisa mengerahkan anggota FPD di DPR untuk mengawasi pemerintahan dan bahkan membantu pemerintah mencari solusi. Atau malah jangan-jangan tidak percaya dengan anaknya sendiri (Ibas, red) yang memimpin Fraksi PD di DPR,” kata Misbakhun.

Sebelumnya, Kamis (27/8/2015) malam lalu SBY menggelar jumpa pers yang disiarkan langsung oleh sebuah televisi swasta nasional. Dalam jumpa pers itu SBY memberi saran-saran tentang resep mengatasi masalah ekonomi ke pemerintahan Jokowi.

SBY mengakui bahwa banyak ahli ekonomi di dalam pemerintahan saat ini. Namun, ia juga berharap agar saran-saran yang berdasar dari pengalamannya sebagai presiden dua periode bisa bermanfaat. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Bejat! Perawat Pria Ini Perkosa Mayat Perempuan Yang Baru Satu Jam Meninggal Dunia

Bejat! Perawat Pria Ini Perkosa Mayat Perempuan Yang Baru Satu Jam Meninggal Dunia

La Paz – Seorang perawat pria bernama Grover Macuchapi (27) harus berurusan dengan polisi setelah ...