Home > Ragam Berita > Di Amerika Serikat, PSK Bisa Dapatkan Penghasilan Rp 128 Juta/hari

Di Amerika Serikat, PSK Bisa Dapatkan Penghasilan Rp 128 Juta/hari

Nevada – Seorang wanita asal Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengungkapkan beberapa hal yang telah dijalaninya sebagai pekerja seks komersial (PSK). Ia mengatakan pernah melayani berbagai klien, mulai dari orang dewasa, sampai anak sekolahan. Bahkan, dirinya pernah juga melayani tujuh pria sekaligus.
Di Amerika Serikat, PSK Bisa Dapatkan Penghasilan Rp 128 Juta/hari
Seperti dilansir dari Mirror ( Minggu, 16/8/2015), perempuan tersebut bernama Sarah Greenmore, yang berasal dari Nevada, AS. Sarah juga mengungkapkan bahwa dalam dua minggu saja, ia berhasil meraup pendapatan sekitar £6,000 atau sekitar Rp 128 Juta.

Sarah mengatakan bahwa ia ingin menjelaskan kebenaran dari rumor palsu yang kerap beredar di sekitar dunia prostitusi yang ia telah jalani.

Ia mengatakan bahwa ia menekuni pekerjaan ini setelah pekerjaan sebelumnya di sebuah spa tidak memberikan bayaran yang sesuai. Moonlite Bunny Ranch, tempat ia bekerja sempat muncul di salah satu acara tv swasta setempat.

Di dalam sebuah situs, Reddit, Sarah mengatakan jika diberi sebuah pertanyaan menakjubkan seperti ‘Kalau suatu saat kau sudah tua dan tak menarik lagi, apa yang akan kau lakukan?

“Bisa sangat membuat sedih” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa tempat prakteknya jarang menerima pelanggan perempuan karena ’wanita jarang terlibat dalam industri prostitusi demi mencari kenikmatan, berbeda dengan pria.’ Namun ia mengaku kerap mendapat pelanggan wanita.

”Kalau ada, mereka jarang membutuhkan seks, mereka hanya ingin menjalin hubungan intim atau sekedar bersenang-senang,” ungkapnya.

Seorang penanya lain juga menanyakan apakah pekerjaannya mempengaruhi usahanya dalam menjalin sebuah hubungan yang lebih serius? Ia pun mengungkapkan bahwa ia pernah mengencani seorang pria yang juga bekerja sebagai artis porno, selama beberapa tahun. Pada akhirnya memang hal ini sempat mengganggu hubungan aslinya dengan kekasihnya.

”Kami berpisah, bukan karena pekerjaan kami, namun karena isu-isu yang kerap mengelilingi dunia pekerjaan kami. Aku tidak tertarik untuk berkencan sama sekali. Aku hanya menjalani pekerjaanku saja sekarang,” ungkapnya.

Satu aturan ketat yang diterapkan Sarah saat bekerja adalah menolak pelanggannya bila tak mau menggunakan kondom. Sarah menulis, keamananku dan pelangganku lebih penting dari segalanya. Titik.

Sarah bahkan mengaku pernah mengancam seorang pemuda yang tak mau menggunakan kondom, mengenai dampak mengerikan dari penyebaran penyakit menular.

Ia juga melarang pelanggannya untuk melakukan segala tindakan perbuatan seks terhadap dirinya di luar aturan tempat kerjanya. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Sebut Kapolda Metro Jaya ‘Jenderal Hansip’, Habib Rizieq Kembali Dipolisikan

Sebut Kapolda Metro Jaya ‘Jenderal Hansip’, Habib Rizieq Kembali Dipolisikan

Jakarta – Sepertinya masalah tidak lepas dari diri Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis