Jakarta – Saat ini peternak sapi dan ayam mengaku harus mengeluarkan biaya produksi lebih mahal. Sebab pakan sapi saat ini menggunakan singkong dan dedak.
Harga Sapi Naik 20 Persen Jelang Idul Adha
Dikabarkan bahwa musim kemarau ini membuat lahan mengering dan tidak ada rumput yang tumbuh untuk pakan sapi. Akibatnya para peternak harus membeli singkong dan dedak untuk pakan sapi-sapi mereka.

Harga singkong dan dedak pun cukup mahal bila dibandingkan rumput. “Biaya produksi naik secara otomatis harga penjualan sapi ikut naik,” kata Ade, seorang peternak sapi dan ayam di Cibalong, Kabupaten Tasikmalya, pada Senin (7/9) pagi tadi.

Selama 18 tahun, Ade telah berjualan sapi di pasar hewan musiman di Cisumur Kota Tasikmalaya setiap kali menjelang hari raya Idul Adha.

Namun, ia mengungkapkan, tahun ini penjualannya sangat menurun drastis. Tahun sebelumnya ia bisa menjual sekitar 120 ekor sapi. Tapi tahun ini hanya 70 ekor sapi.

Menurut Ade, berkurangnya pembeli sapi kurban di tahun ini disebabkan harga sapi yang mahal dan perekonomian masyarakat sedang kurang stabil.

Harga sapi kurban yang ia jual jatuh di kisaran Rp 12,5 juta per ekor sampai Rp 30 juta perekor. “Dibanding tahun sebelumnya, kenaikan harga jual sapi kurban tahun ini rata-rata sekitar 20 persen,” ujar Ade.

Ade menceritakan, harga sapi kurban di sejumlah daerah yang kekeringan kemungkinan akan naik. Sebab ia kerap menjumpai peternak sapi dari Garut, Ciamis dan sekitarnya mencari rumput untuk pakan ternaknya ke wilayah Tasikmalaya.


Baca juga
Ngeri, Ada Tupai Vampir di Kalimantan yang Hobi Sedot Darah Kijang
Taufik Sebut Ahok Telah Merancang agar Gubernur DKI Dipilih Langsung Oleh Presiden

Sementara, jika tidak ada rumput untuk pakan, agar menjaga tubuh sapi tetap sehat dan gemuk. “Alternatif para peternak memberi makan sapi dengan singkong dan dedak yang harus dibeli,” ujar Ade.

Sebagai peternak sapi, Ade berharap perekonomian nasional bisa segera stabil. Dengan stabilnya perekonomian, daya beli masyarakat akan meningkat. Dengan meningkatnya perekonomian masyarakat, kemungkinan dapat memutar rodak perekonomian dan penjualan sapi pun akan lancar. Seperti musim kurban tahun sebelumnya. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)