Home > Ragam Berita > Batu Alas Cuci Ditawar Rp 1 Miliar

Batu Alas Cuci Ditawar Rp 1 Miliar

Bandung – Belakangan ini warga di sekitar mata air Ciguriang, yang berada di tengah Kota Bandung, tepatnya di Jalan H Mesri, RT 10 RW 6, Kelurahan Pasikaliki, Kecamatan Cicendo, dihebohkan dengan isu mengenai benda bersejarah yang berharga sangat mahal. Benda tersebut berupa batu alas cuci pakaian yang ternyata merupakan sebuah batu nisan dari Noni Belanda.
Batu Alas Cuci Ditawar  Rp 1 Miliar
Batu nisan ini berukuran besar, kokoh, serta berbentuk datar. Karena ketidaktahuan warga, benda bersejarah ini sudah lama menghiasi mata air Ciguriang untuk dimanfaatkan sebagai alas untuk mencuci pakaian.

Warga pun menjadi gempar tatkala mendengar bahwa batu berukuran 1 meter x 60 cm dan tebal 18 cm tersebut, ternyata merupakan sebuah prasasti bernilai sejarah tinggi. Nisan tersebut dianggap milik istri bangsawan alias Noni Belanda.

“Kisah batu nisan ini ramai diperbincangkan pada Mei lalu. Karena beredar isu yang macam-macam, Pak Camat meminta untuk membawa nisan itu ke kelurahan,” kata Lurah Pasirkaliki, Cecep Rahmat Soleh, Senin (7/9/2015).

Cecep mengungkapkan, bahkan isu pun semakin berkembang saat warga mendapat tawaran dari seseorang yang ingin memiliki nisan tersebut. “Katanya batu itu ditawar sampai Rp1 miliar. Bilangnya itu terbuat dari batu mulia atau marmer,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi hal tak diinginkan batu tersebut pun akhirnya dievakuasi pada Bulan Mei lalu ke Kantor Kelurahan yang berada di Jalan Pajajaran, tepat di samping GOR Pajajaran.

Setelah dilakukan penelitian singkat, batu tersbeut ternyata hanya sebuah benda biasa yang dulunya digunakan sebagai nisan Noni belanda. Hal tersebut dikuatkan lantaran lokasi Mata Air Ciguriang berdekatan dengan bekas kuburan belanda yang kini telah berubah menjadi GOR Pajajaran.

“Ada yang menyebut ini adalah prasasti, tapi ini hanya sebuah nisan biasa yang dulu berada saat pembangunan GOR Pajajaran tercecer, sehingga dimanfaatkan warga. Ini juga dipastikan bukan batu mulia atau marmer, kemungkinan ini batu granit atau batu kali biasa,” ujar Cecep lagi.


Baca juga
Bule Skotlandia Kayuh Becak Aceh – Jakarta Demi Amal
Ahok Usulkan Pembubaran IPDN, Apa Alasannya?

Saat ini nisan tersebut, telah diamankan di halaman depan Kantor Kelurahan Pasirkaliki. Karena kondisi batu yang belah menjadi tiga, pihak kelurahan rencananya akan melakukan perbaikan.

Dari pantauan Okezone, batu nisan berwarna abu-abu tua itu memiliki pahatan bertuliskan. “ELISABETH ADRIANA HINSE-RIEMAN, GEB. AMSTERDAM, 9 MAART 1859, OBERL BANDOENG, 13 JANUARI 1903”. Selain tulisan tersebut terdapat beberapa tulisan lain yang sudah mulai terkikis sehingga tak lagi terbaca. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Inilah Video Saat Jonru Diusir Oleh Warga NTT

Inilah Video Saat Jonru Diusir Oleh Warga NTT

Jakarta – Jonru Ginting yang dikenal dengan pernyataan-pernyataannya yang selalu mengundang kontroversial sepertinya kena batunya ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis