Home > Ragam Berita > Laporkan Dirinya, Ahok Sebut FPI Kepinteren

Laporkan Dirinya, Ahok Sebut FPI Kepinteren

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) angkat bicara mengenai dirinya yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Front Pembela Islam (FPI) bersama sejumlah orang yang menamakan diri ‘Masyarakat Jakarta’. Dalam laporan tersebut, Ahok dituding melakukan korupsi di tiga kasus, salah satunya korupsi Transjakarta senilai Rp 1,6 triliun.

Laporkan Dirinya, Ahok Sebut FPI Kepinteren

“Kok laporkan saya korupsi Rp 1,6 triliun, alasannya apa? Makanya, itu kepinteran (pelapor) ajah,” timpal Ahok saat ditemui awak media di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (7/9).

Ahok pun tidak mempermasalahkan jika dirinya dipanggil polisi atas pelaporan tersebut. Menurutnya, itu merupakan hal biasa. Ahok mengklaim bukan kali ini saja dirinya dilaporkan ke polisi.

“Dipanggil mah sudah sering. Waktu bangun MRT juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Sudah sering kok, dilaporin terus datang. Kalau enggak salah kenapa takut!” paparnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Front Pembela Islam, Ja’far Shodiq berniat melaporkan Ahok atas tuduhan tindak pidana korupsi. Kasus korupsi pertama yang diduga dilakukan Ahok, menurut Ja’far, adalah soal penetapan nilai penyertaan modal dan penyerahan aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada PT TJ BUMD Transjakarta. Dalam kasus itu, nilai modal yang diserahkan Pemprov DKI Jakarta bernilai Rp 1,6 triliun.

Kasus kedua adalah soal penyerahan aset Pemprov berupa tanah seluas 234 meter persegi dan tiga blok apartemen yang tidak diperhitungkan sebagai penyertaan modal pemerintah pada BUMD. Proyek tersebut dikabarkan mengeluarkan biaya hingga Rp 8,5 miliar.

Sementara kasus terakhir adalah soal pengadaan tanah Rumah Sakit Sumber Waras yang tidak melalui proses yang memadai hingga berindikasi merugikan daerah senilai Rp 195 miliar.

Ja’far mengaku data-data tersebut dia dapat dari hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Namun karena barang bukti yang mereka dapat berupa hasil audit, maka pelaporan belum bisa dilakukan sekarang alias ditunda. (Dwi Kristyowati – harianindo.com)

x

Check Also

Perusahaan Pemenang Tender Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Pengadaan UPS

Perusahaan Pemenang Tender Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Pengadaan UPS

Jakarta – Bareskrim Polri menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS) ...