Home > Ragam Berita > Berapan Ganti Rugi Yang Diberikan Saudi Untuk Korban Insiden Crane Jatuh ?

Berapan Ganti Rugi Yang Diberikan Saudi Untuk Korban Insiden Crane Jatuh ?

Jeddah – Pemerintah Arab Saudi dituntut bertanggung jawab atas ambruknya crane di Masjidil Haram, Mekah, Jumat (11/9), yang mengakibatkan sedikitnya 107 jemaah haji meninggal dan 238 lainnya luka-luka.

Berapan Ganti Rugi Yang Diberikan Saudi Kepada Korban Insiden Crane Jatuh ?

Insiden itu terjadi ketika jemaah sedang menunggu salat magrib. Badai dan hujan sangat lebat tiba-tiba menjungkalkan salah satu crane yang berada di seputar masjid dan menimpa para jemaah.

Ada sekitar 15 crane untuk pengerjaan proyek perluasan area masjid hingga 400 ribu meter persegi agar nantinya bisa menampung 2,2 juta jemaah haji sekaligus. Proyek yang dikerjakan Grup Bin Laden itu sudah berlangsung lebih dari dua tahun dan ditargetkan selesai sebelum puncak ibadah haji tahun ini.

Di antara korban meninggal, 2 dari Indonesia, yakni Isti Rasti Darmini, 57, asal Bandung Barat, dan Masnauli Sijuadil Hasibuan, 59, asal Medan. Jemaah Indonesia yang luka-luka sebanyak 42 orang. Konjen RI di Jeddah, Dharmakirty S Putra, sempat memperkirakan empat jemaah Indonesia tewas, tetapi data itu belum dikonfirmasi pihak rumah sakit. Insiden tersebut merupakan yang terburuk dalam penyelenggaraan ibadah haji setelah 2006. Ketika itu, lebih dari 360 jemaah wafat karena terinjak-injak saat lempar jamrah.

Pendiri Islamic Heritage Research Foundation yang berbasis di Mekah, Irfan al-Alawi, menyatakan otoritas Saudi telah melakukan kelalaian. Semestinya, crane-crane tersebut disingkirkan ketika umat Islam dari seluruh dunia memadati Masjidil Haram pada musim haji. “Mereka tak peduli terhadap warisan (sejarah) dan mereka tidak peduli pada kesehatan dan keselamatan (jemaah haji). Saudi harus memikirkan kembali strategi keselamatan,” cetusnya.

Ketua Komisi VIII DPR Saleh Daulay memaklumi pemerintah Saudi ingin mengejar target penyelesaian proyek perluasan Masjidil Haram, tetapi bukan lantas mengabaikan keselamatan jemaah. “Crane-crane itu harus dipindahkan menjauh dari lokasi sekitar jemaah, paling tidak sebelum haji berakhir dua sampai tiga minggu ke depan.

”Pemerintah Arab Saudi itu kan sudah mengklaim sebagai khodimul haramayn, yang artinya pelayan dua Tanah Suci. Itu artinya siap untuk melayani tamu Allah, seharusnya mereka bertanggung jawab memberikan pelayanan yang terbaik,” imbuh Saleh.

Wakil Ketua Komisi VIII Ledia Hanifa yakin pemerintah Saudi akan maksimal menangani korban. Namun, ia juga meminta Indonesia serius meminta Saudi memperhatikan keselamatan jemaah haji.

Otoritas Arab Saudi lewat Gubernur Mekah, Pangeran Khaled al-Faisal, telah membentuk tim untuk menginvestigasi peristiwa itu. Sulayman bin Abdullah al-Amr dari Pertahanan Sipil Arab Saudi memastikan ambruknya crane itu murni akibat badai. (Dwi Kristyowati – harianindo.com)

x

Check Also

Anies Sebut Jakarta Belum Terapkan Open Governance, Djarot Ajak ke Jakarta Smart City Lounge

Anies Sebut Jakarta Belum Terapkan Open Governance, Djarot Ajak ke Jakarta Smart City Lounge

Jakarta – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta petahana, Djarot Saiful Hidayat, mengaku agak terkejut karena ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis