Home > Travel & Kuliner > Miris, Keindahan Bunaken Kini Tercemari Tumpukan Sampah

Miris, Keindahan Bunaken Kini Tercemari Tumpukan Sampah

Manado – Pagi itu, Sabtu (10/10) beberapa rombongan terlihat memadati Kampung Bunaken, sebuah komoditas wisata yang tersohor hingga dunia internasional.

Miris, Keindahan Bunaken Kini Tercemari Tumpukan Sampah

Namun, kali ini, tujuan kedatangan rombongan tersebut bukan menikmati keindahan bawah laut Bunaken yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara, tetapi untuk melakukan kegiatan bersih-bersih Bunaken.

Bersih-bersih Bunaken merupakan sebuah kegiatan yang rutin dilakukan sekelompok organisasi, entah itu berasal dari pemerintahan, swasta, maupun lembaga masyarakat lainnya.

Tujuan kegiatan ini memang tak perlu dipertanyakan lagi karena kebersihan adalah hal yang sangat penting dalam keberadaan sebuah obyek wisata.

Pertanyaannya adalah apakah itu sudah cukup? Kegiatan yang diinisiasi oleh masyarakat Sulut ini sudah dimulai sejak bertahun-tahun lalu, tapi hingga saat ini, sampah mulai dari plastik, organik, sampai pecahan kaca masih terlihat berserakan di bibir pantai Pulau Bunaken.

Nolvi, seorang warga lokal Kampung Bunaken dengan nada tegas menyebutkan persoalan kebersihan di kawasan tersebut tidak cukup diselesaikan dengan kegiatan bersih-bersih saja.

Dirinya menyebutkan, penumpukan sampah di Bunaken adalah persoalan yang menahun. Ibarat sampah, isu ini hanya teronggok di tangan kepemimpinan yang berbeda, tanpa adanya kejelasan.

Buntutnya, citra Bunaken sebagai komoditas utama pariwisata Sulawesi Utara tercoreng akibat tumpukan sampah ini.

Tentu saja, asal muasal sampah tersebut tidak hanya berasal dari Bunaken tetapi juga dari lima daerah aliran sungai (DAS) yang semuanya mengalir ke Bunaken.

Pada puncaknya, Nolvi mengatakan limbah rumah tangga dan industri tersebut bahkan bisa digunakan masyarakat sekitar untuk berjalan di atasnya.

“Volume sampah yang terbawa arus hingga ke Bunaken bisa sangat tebal, apalagi jika laut sedang pasang,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan kebersihan Pulau Bunaken tergantung pada pola pikir masyarakat sekitar.

Ketika masyarakat tidak merasa memiliki dan mendapatkan manfaat dari adanya komoditas wisata ini, maka isu ini tak ubahnya merupakan masalah klasik yang selalu diulang-ulang setiap tahun.

“Banyak dari masyarakat yang belum memiliki rasa memiliki terhadap adanya pariwisata di sini. Makanya, dibutuhkan edukasi dan sosialisasi untuk membangkitkan peran masyarakat,” tambahnya.

Ruwetnya persoalan kebersihan di Pulau Bunaken juga diperumit dengan banyaknya pengelola kawasan yang ditasbihkan menjadi Taman Nasional Bunaken ini.

Saat ini, setidaknya ada lima institusi yang mengelola taman nasional dengan luas mencapai 75.265 hektar.

Kelimanya adalah Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi Sulut, Pemerintah Kota Manado, Dewan Taman Nasional Bunaken, Destination Management Organization (DMO) dan Kementerian Kehutanan yang mengelola kawasan konservasi.

Secara teritorial, Pulau Bunaken terbujur dari Kota Manado hingga Kabupaten Minahasa. Pulau Bunaken adalah potret suram dari kondisi pariwisata di Sulut yang minim koordinasi.

Meski pariwisata memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap perekonomian kawasan yang dikenal dengan Nyiur Melambai ini, pengembangan pariwisata di Sulut masih harus mendapatkan sejumlah tantangan, terutama dari sisi pelaku industrinya itu sendiri.

“Ujung tombak pariwisata itu ada pada mentalitas pelaku industrinya. Pengembangan pariwisata itu yang mahal tidak hanya ada di pembangunan infrastrukturnya saja, tetapi juga soal kebersihan dan keramah-tamahan masyarakat butuh edukasi intensif,” ucap Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulut Jhon H. Paerunan.

Dirinya mengungkapkan, membangun infrastruktur terkadang lebih mudah dibandingkan membangun mentalitas masyarakat yang sadar wisata.

Untuk itu, pihaknya berkomitmen untuk terus menggalakkan kampanye sadar wisata karena membangun mentalitas masyarakat membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

“Sektor ini (pariwisata) memiliki multiplier effect bagi perekonomian, mulai dari menggenjot lini perdagangan, jasa, hingga penyerapan tenaga kerja. Tetapi, pariwisata itu sebuah komoditas yang lintas sektoral sehingga semua lapisan masyarakat juga harus terlibat dalam revolusi ini,” tuturnya.

Mengutip Badan Pusat Statistik, kontribusi terbesar kunjungan wisatawan asing (wisman) masih didominasi oleh tiga pintu pintu masuk yakni Jakarta, Bali dan Batam sejak 2013.

Upaya untuk menggenjot jumlah kunjungan wisman ini memang bukan perkara mudah, apalagi dengan ‘mahalnya’ koordinasi di tanah air.

Sungguh, tak ada yang salah ketika pemerintah atau sejumlah BUMN tergerak untuk terlibat aktif untuk menggenjot pengembangan pariwisata dengan menargetkan jumlah kunjungan wisman di angka tertentu.

Seperti yang dilakukan oleh PT Angkasa Pura I yang menargetkan kunjungan wisman mampu mencapai1 juta orang pada 2025.

Padahal, berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulut, tingkat kunjungan turis baik lokal dan mancanegara paling tinggi sempat menembus 60.000 orang.

“Kunjungan wisatawan itu biasanya mengikuti promosi yang ditawarkan pelaku usaha misal hotel, atau banyaknya acara kebudayaan yang digelar di suatu daerah. Untuk Sulut sendiri, acara bertaraf internasional yang sudah rutin digelar beberapa tahun terakhir hanyalah Tomohon Flower Festival,” tambanya.

Kadangkala, target muluk memang dibutuhkan untuk merealisasikan suatu impian. Tetapi, target muluk hanya sekadar impian jika tidak ada arahan yang jelas dalam mencapainya. (Dwi Kristyowati – harianindo.com)

x

Check Also

Resep Martabak Red Velvet Yang Manis dan Empuk

Resep Martabak Red Velvet Yang Manis dan Empuk

Jakarta – Martabak Red Velvet merupakan salah satu varian martabak manis premium yang berwarna merah, ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis