Home > Ragam Berita > Iptu Dhayita Daneswari, Kapolsek Cantik Kelahiran 1991

Iptu Dhayita Daneswari, Kapolsek Cantik Kelahiran 1991

Semarang – Menjadi Kapolsek dalam usia muda tidak berarti membuat Iptu Dhayita Daneswari (23) kekurangan pengalaman. Dia bahkan pernah menyamar untuk mengintai penjahat ketika bertugas sebagai Panit Reskrim.

Iptu Dhayita Daneswari, Kapolsek Cantik Kelahiran 1991

Sebelum menjabat sebagai Kapolsek Candisari, Dhayita pernah ditugaskan di beberapa tempat termasuk Panit Reskrim Polsek Tembalang. Kala itu ia mendapatkan tugas mengintai lokasi tersangka kasus penganiayaan.

“Jadi sesuai prosedur ditetapkan tersangka. Waktu itu kasus pengeroyokan pakai paving block yang dilakukan anak muda nongkrong,” kata Dhayita saat ditemui di kantornya, Jalan dr Wahidin Semarang, Rabu (14/10/2015).

Saat akan melakukan penangkapan, Dhayita dan anggota reskrim Polsek Tembalang berpakaian preman dan berbaur dengan masyarakat. Ia segera melapor ke anggota lainnya saat tersangka terpantau berada di warung.

“Jadi pernah nangkap sama anggota lainnya juga. Saya berbaur melakukan pengintaian sementara tim sudah siap,” tandasnya.

Karena tersangkanya laki-laki, maka anggota reskrim pria yang maju untuk menangkap. Tersangka sempat melawan namun akhirnya berhasil dibekuk.

“Jadi waktu itu pelakunya laki-laki, jadi anggota laki-laki yang menangkap. Pernah juga tersangkanya perempuan dan anak-anak, saya yang nangkap. Tapi waktu itu kasus pencurian kecil,” pungkas dara kelahiran 24 Desember 1991 itu.

Usai bertugas di Reskrim Polsek Tembalang ia ditempatkan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang. Lagi-lagi Dhayita harus berurusan dengan tindak kekerasan yang melibatkan anak.

“Ya mungkin saat itu kendalanya korban yang anak-anak merasa tertekan dan sulit memberikan keterangan,” kenang Dhayita.

Kini Dhayita menjabat sebagai Kapolsek Candisari yang memiliki tanggungjawab menjaga keamanan di 7 kelurahan. Ia mengaku siap bertugas penuh dan tidak takut menghadapi penjahat.

“Saya pernah belajar bela diri, jadi ya tidak takut,” tegasnya. (Dwi Kristyowati – harianindo.com)

x

Check Also

NF Mengaku Beli Bendera di Senen dan Sablon Huruf Arab di Rawamangun

NF Mengaku Beli Bendera di Senen dan Sablon Huruf Arab di Rawamangun

Jakarta – Saat di periksa polisi, simpatisan FPI yang membawa bendera merah putih bertuliskan huruf ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis