Home > Ragam Berita > Fadli Zon Kebakaran Jenggot Tanggapi Pencatutan Nama Yang Digulirkan Sudirman Said

Fadli Zon Kebakaran Jenggot Tanggapi Pencatutan Nama Yang Digulirkan Sudirman Said

Jakarta – Menteri ESDM Sudirman Said melempar tudingan anggota DPR mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai, tindakan Sudirman hanya manuver untuk menutupi berbagai kekurangannya.

Fadli Zon Kebakaran Jenggot Tanggapi Pencatutan Nama Yang Digulirkan Sudirman Said

“Menurut saya, ini menteri (Sudirman-Red.) yang tidak berprestasi di bidang migas. Dia perlu dievaluasi,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/11/2015).

Fadli membeberkan, kejanggalan yang dibuat Sudirman. Soal Freeport, menurut Fadli, Sudirman adalah orang yang banyak memberikan keleluasaan kepada perusahaan asal Amerika Serikat itu. Padahal, kontrak baru bisa dibahas 2019, dua tahun sebelum kontrak berakhir.

Selain itu, ada UU yang mengharuskan ekspor baru bisa dilakukan setelah perusahaan tambang memiliki smelter, bukan mengekspor barang mentah. Namun, Sudirman malah memberi keleluasaan kepada Freeport mengekspor meski tak punya smelter. “Ini menjadi pelanggaran terhadap UU,” tegas Fadli.

Belakangan, tingkah Sudirman dinilai makin aneh. Dengan melempar tudingan kepada anggota DPR meminta jatah demi mempermudah Freeport memperpanjang kontrak dan lain-lain.

“Dia (SS) memberikan kemudahan yang jelas-jelas melanggar UU. Kenapa Sudirman memberikan izin kepada Freeport untuk ekspor dan tentu merugikan negara,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Isu keterlibatan anggota DPR, tambah Fadli, hanya sebatas rumor. Toh, isi pembicaraan yang disebut ada rekamannya ini belum diketahui kebenarannya.

“Yang lebih mengherankan, ini direkam. Kalau betul ada yang merekam, itu siapa? Karena ini tindakan pidana kalau ada orang ngobrol, merekam, kemudian melaporkan,” tambahnya.

Perekam obrolan, tambah Fadli, seharusnya dilaporkan ke polisi. Jika Sudirman menggunakan rekaman itu, Sudirman pun bisa dipidana karena ikut menyebarluaskan obrolan. “Karena menjadi suatu fitnah,” ucap Fadli.

Wakil Ketua MKD Junimart Girsang sudah menerima laporan Sudirman soal perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Dalam laporan itu disebutkan ada anggota DPR meminta saham kepada PT Freeport Indonesia dengan modus mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Tak hanya itu, identitas yang diungkap Sudirman juga meminta saham PLTA Urumuka di Timika, Papua. Namun, identitas itu belum bisa dipublikasi karena belum bisa dipastikan kebenarannya.

“Identitas disebut, tapi terlalu prematur. Dia sebut total namanya,” kata Junimart di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/11/2015).

Selain anggota Dewan, laporan itu juga menyebut nama seorang pengusaha. Nama itu cukup dikenal di lingkungan PT Freeport Indonesia dan dunia bisnis global.

Diberitakan sebelumnya, Sudirman Said mengungkapkan seorang anggota DPR meminta 49 saham proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air Urumuka, Timika. Anggota Dewan tersebut juga meminta PT Freeport berinvestasi 51 persen.

Oknum anggota DPR yang ia maksud mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut Sudirman, seorang pengusaha juga terlibat dalam aksi itu. (Dwi Kristyowati – harianindo.com)

x

Check Also

Prabowo dan SBY Bertemu, Ini Komentar Jusuf Kalla

Prabowo dan SBY Bertemu, Ini Komentar Jusuf Kalla

Makassar – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memandang pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo ...