Home > Ragam Berita > Luhut Pandjaitan Juga Masuk Dalam Bidikan Kasus Pencatutan Nama Presiden

Luhut Pandjaitan Juga Masuk Dalam Bidikan Kasus Pencatutan Nama Presiden

Jakarta – Semakin santernya berita pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia diduga sebagian pihak memiliki maksud tersembunyi.

Luhut Pandjaitan Juga Masuk Dalam Bidikan Kasus Pencatutan Nama Presiden

Lantas muncul kecurigaan bahwa isu ini dipakai untuk menjatuhkan Menkopolhukan, Luhut Pandjaitan.

“Setelah kami cermati, tampaknya ada yang membidik Pak Luhut dengan isu Freeport itu supaya digeser dari jabatan Menkopolhukan,” kata sumber di lingkungan Istana Kepresidenan (Selasa, 17/11/2015).

Sumber yang mengaku dekat dengan Luhut itu mengungkapkan jika ada tokoh-tokoh politik yang tidak berkenan jika Luhut berada di Kabinet Kerja Pemerintahah Jokowi-JK. Oleh karena itu, munculnya transkrip pembicaraan Ketua DPR Setya Novanto dengan pengusaha minyak berinisal R dan pihak dari Freeport, MS ke ranah publik, mau tak mau nama Luhut pun ikut terseret.

“Kami heran, Menteri ESDM pagi hari menyerahkan laporan ke MKD, tapi sore harinya transkrip itu sudah muncul di media. Ini pasti ada maksud tertentu,” kata dia.

Sementara itu, Menkopolhukam Luhut Pandjaitan dalam pesan singkatnya, menyatakan akan memberikan klarifikasi pada Rabu (18/11/2015) sore. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Kapolri Tegaskan Tidak Akan Mencopot Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat

Kapolri Tegaskan Tidak Akan Mencopot Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat

Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan tidaka akan mencopot Kapolda Metro Jaya Irjen Pol ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis