Home > Hiburan > Kehadiran Stefan Dan Natasha Menjadi Penyebab Rating Anak Jalanan Sulit Terkejar

Kehadiran Stefan Dan Natasha Menjadi Penyebab Rating Anak Jalanan Sulit Terkejar

Jakarta – Sinetron yang dibintangi oleh artis-artis muda, “Anak Jalanan”, membuktikan popularitasnya di tengah persaingan sinetron Indonesia.

Kehadiran Stefan Dan Natasha Menjadi Penyebab Rating Anak Jalanan Sulit Terkejar

Hal ini tidak luput dari pengaruh dua pemeran utamanya, Steven William dan Natasha Wilona. Kisah asmara antara keduanya di dalam sinetron tersebut sukses menghibur para penggemar “Anak Jalanan”.

Sinetron “Anak Jalanan” mencapai rating tertinggi saat episode Final Tournament. Salah satu adegan dramatis terjadi saat Reva (Natasha Wilona) mengucapkan sayang pada Boy (Steven William).

Adegan pada episode tersebut sukses mengangkat rating sinetron “Anak Jalanan” dengan nilai yang fantastis. Menurut estimasi rating ABC (30/11), “Anak Jalanan” berada di peringkat pertama dengan skor rating 9,2 dan poin share 36 persen.

Para penggemar “Anak Jalanan” pun langsung menyambut gembira dengan pencapaian sinetron kesukaan mereka. Beberapa mengucapkan selamat pada Akbar Bhakti selaku sutradara “Anak Jalanan”.

Dengan hadirnya Steven William dan Natasha Wilona sebagai pemeran utama, sangat mungkin untuk membuat sinetron “Anak Jalanan” kembali merebut rating tertinggi. (Dwi Kristyowati – harianindo.com)

x

Check Also

Digosipkan Sedang Dekat dengan Anak Pengusaha Taksi, Ini Jawaban Nikita Willy

Digosipkan Sedang Dekat dengan Anak Pengusaha Taksi, Ini Jawaban Nikita Willy

Jakarta – Aktris Nikita Willy dikabarkan sedang menjalin asmara dengan putra pengusaha taksi, Indra Priawan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis