Home > Hiburan > Inilah Pengakuan Ahmad Dhani tentang Nikita Mirzani

Inilah Pengakuan Ahmad Dhani tentang Nikita Mirzani

Jakarta – Musisi Ahamd Dhani mulai buka suara terkait penangkapan Nikita Mirzani di Hotel Indonesia Kempinski, Kamis (10/12/2015) malam yang lalu terkait kasus prostitusi online kelas atas.
Inilah Pengakuan Ahmad Dhani tentang Nikita Mirzani
“Saya nggak tahu ya, nggak mau ikut campur juga, karena itu di luar ranah saya. Tapi jika kita tidak memberikan pembelaan, ya berarti apa yang dikatakan polisi itu benar,” ungkap Dhani di Jakarta, Senin (14/12/2015).

Respon ini diutarakan Dhani karena Nikita mengaku bahwa ketika dirinya digerebek di hotel mewah tersebut, ia tengah menunggu kedatangan Ahmad Dhani untuk membicarakan pekerjaan. Namun demikian, menurut pengakuan Nikita, secara tiba-tiba Dhani membatalkan janjinya karena ada urusan mendadak.

Pengakuan Nikita tersebut jelas bertentangan dengan keterangan polisi. Sebab, petugas mengatakan bahwa mereka sudah secara jelas dan sadar melakukan penyamaran sebagai lelaki kaya hidung belang yang membooking Nikita untuk ber-hohohihe di Hotel Indonesia Kempinski.

Adapun pengakuan Dhani tersebut menyiratkan bahwa dirinya tidak membenarkan pengakuan dari Nikita. Artinya, keterangan versi polisilah yang paling benar, yang berarti Nikita memang adalah seorang artis yang nyambi kerja sebagai pemuas nafsu pria-pria berkantong tebal. (Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Ultah ke 34, BCL Dapat Ciuman Bibir Dari Ashraf Sinclair

Ultah ke 34, BCL Dapat Ciuman Bibir Dari Ashraf Sinclair

Jakarta- Diusianya yang sudah kepala tiga, Bunga Citra Lestari alias BCL tampaknya tetap terlihat muda ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis