Home > Ragam Berita > Mengenai Freeport, Luhut Pernah Mendapat Penolakan Dari SBY

Mengenai Freeport, Luhut Pernah Mendapat Penolakan Dari SBY

Jakarta – Kasus ‘Papa Minta Saham’ yang menyeret nama Ketua DPR Setya Novanto memang masih dalam proses persidangan di MKD. Namun di lain sisi, Menko Polhukan Luhut Binsar Pandjaitan mulai buka suara.

Berdasarkan pantauan tim Harian Indo, Selasa (15/12/2015), Luhut yang namanya sering disebut dalam bukti rekaman percakapan Setya Novanto dan Presdir PT. Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, mengaku bahwa dirinya memang pernah bertemu dengan bos PT. Freeport-Mc Moran, James R Moffet atau lebih dikenal dengan Jim Bob.

Menurut Luhut, pertemuan dengan bos Freeport tersebut terjadi empat tahun lalu dan membahas perpanjangan kontrak Freeport yang akan habis pada 2021 mendatang. Kala itu Jim Bob meminta tolong padanya agar kontrak Freeport bisa diperpanjang oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Meski begitu Luhut menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membicarakan hal ini dengan Ketua DPR Setya Novanto.

“Saya tidak pernah bicara hal ini dengan banyak orang, saya bahkan tidak ingat pernah bicara dengan Novanto (tentang pertemuan dengan Jim Bob),” jelas Luhut dalam kesaksiannya di sidang MKD, Senin (14/12) kemarin.

Luhut menjelaskan, kala itu permohonan perpanjangan kontrak Freeport ditolak oleh Presiden SBY. Setelah penolakan tersebut, Luhut mengaku sudah tidak lagi berhubungan dengan Freeport. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Waspada! Penculik Om-Om Tajir Bergentayangan di Malang

Waspada! Penculik Om-Om Tajir Bergentayangan di Malang

Malang – Belakangan ini media sosial tidak hanya dihebohkan dengan isu tentang penculikan anak yang ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis