Home > Ragam Berita > Netizen Bully M Taufik Lewat Meme Lucu Dan Tagar #Makandiwarung

Netizen Bully M Taufik Lewat Meme Lucu Dan Tagar #Makandiwarung

Jakarta – Pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Mohammad Taufik mendapatkan protes keras dari masyarakat.

“Jadi kalau kita kunjungan ke luar kota, yang dimaksud jadi Rp 2 juta itu kan tadinya cuma Rp 470.000 per hari. Hitung saja, makan dua kali sehari berapa? Kan tidak mungkin kami (DPRD) makan di warung tegal (warteg),” ujar Taufik (Kamis, 17/12/2015).

Ada yang membullynya habis-habisan, ada pula yang menyindirnya secara halus. Semua ini karena Taufik dianggap oleh netizen sangat tidak mewakili rakyat sebagai seorang wakil rakyat.

“Bapak Wakil Rakyat, entah rakyat mana yang Bapak wakili, karena kami tidak bermasalah makan nasi di warung nasi,” tulis akun Delila.

“Coba bapak jadi mahasiswa lagi pak, makan di warteg itu udah alhamdulillah banget, apalagi di akhir bulan, itu sesuatu banget pak, coba rasakan apa yang aku rasain, biar kamu bisa ngertiin aku,” tutur akun Asep Kurniawan.

Bukan hanya di bully, beragam meme dan tagar #makandiwarung pun memenuhi media sosial.

“Bapak wakil rakyat, entah rakyat mana yang Bapak wakili. Buat yang hari ini makan di warung, yuk buat #makandiwarung It’ll be fun #kontradenganpernyataanwakilrakyatjakarta(DPRD) #saveIndonesia,” tulis akun Fanny. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

KPK Cekal Mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar

KPK Cekal Mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan cekal terhadap mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis