Home > Ragam Berita > Inilah Alasan Menteri Jonan Larang Gojek cs Beroperasi

Inilah Alasan Menteri Jonan Larang Gojek cs Beroperasi

Jakarta – Seperti yang telah diwartakan sebelumnya, Kemenhub kini telah menetapkan larangan operasi untuk layanan transportasi online. Bahkan kabarnya pihak Kemenhub telah meminta Polri untuk melarang layanan transportasi berbasis aplikasi online seperti Go-Jek dan lain-lain untuk beroperasi. Surat tersebut bahkan telah ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Ignatius Jonan pada 9 November 2015.

Berdasarkan pengamatan tim Harian Indo, Jumat (18/12/2015), salah satu faktor yang membuat layanan transportasi berbasis online dilarang beroperasi adalah karena moda transportasi itu menimbulkan konflik dengan angkutan umum resmi.

Di tempat terpisah, pihak Organda sendiri telah beberapa kali melayangkan penolakan terhadap beroperasinya transportasi umum berbasis online. Menurut pandangan Organda, transportasi umum online seperti Uber Taxi misalnya, tidak layak untuk beroperasi karena tidak melalui uji KIR. Sementara perusahaan angkutan umum yang berada di bawah naungan Organda rutin membayar biaya uji KIR.

Sementara itu saat ini di beberapa media sosial mulai ramai diperdebatkan perihal masalah ini. Di Twitter misalnya, #SaveGojek sempat masuk menjadi trending topic. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Unjuk Rasa Besar-Besaran Terjadi di Moskow Terkait Tuduhan Korupsi Perdana Menteri Dmitry Medvedev

Unjuk Rasa Besar-Besaran Terjadi di Moskow Terkait Tuduhan Korupsi Perdana Menteri Dmitry Medvedev

Moskow – Ribuan orang turun ke jalanan Tverskaya, Moskow pada Minggu (26/3/2016) waktu setempat, menuntut ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis