Home > Ragam Berita > Jonan Melarang, Ahok Justru Berterima Kasih Pada Gojek

Jonan Melarang, Ahok Justru Berterima Kasih Pada Gojek

Jakarta – Kementerian Perhubungan telah resmi melarang beroperasinya beragam layanan transportasi berbasis aplikasi online, seperti Uber Taxi, Go-Jek, GrabBike, dan semacamnya. Alasan dari penetapan larangan ini karena moda transportasi tersebut menggunakan kendaraan pribadi yang tidak ikut uji KIR.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim Harian Indo, Jumat (18/12/2015), Menteri Perhubungan Ignasius Jonan bahkan telah meminta Polri untuk menindak driver Go-Jek dan semacamnya yang masih beroperasi. Permintaan Jonan disampaikan di dalam surat bernomor UM.302/1/21/Phb/2015. Dalam surat tersebut, Menteri Perhubungan menilai layanan transportasi berbasis online dapat menimbulkan konflik dengan perusahaan angkutan umum lainnya.

Bertolak belakang dari pernyataan Menteri Perhubungan, Gubernur DKI Jakarta Bashuki Tjahaja Purnama justru mendukung Go-Jek. Ahok bahkan mengucapkan terima kasih pada layanan Go-Jek yang mulai berintegrasi dengan busway Transjakarta.

“Go-Jek memang barang haram, tapi Pemprov DKI merestuinya, kami berterima kasih,” ungkapnya saat memberikan kata sambutan dalam Forum Jakarta Smart City di Balai Kota, Selasa (15/12) lalu. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Sejumlah Massa Duduki Kantor DPP PPP dan Memasang Kawat Berduri

Sejumlah Massa Duduki Kantor DPP PPP dan Memasang Kawat Berduri

Jakarta – Kurang lebih 100 personil polisi terlihat berjaga di sekitar kantor DPP Partai Persatuan ...