Home > Hiburan > Gemeinsam Sind Wir, Lagu anti-Muslim yang Lebih Hits Dibanding Milik Adele

Gemeinsam Sind Wir, Lagu anti-Muslim yang Lebih Hits Dibanding Milik Adele

Berlin – Lagu “Hello” yang dibawakan oleh Adele mungkin telah menjadi salah satu paling populer di penghujung 2015 lalu. Namun demikian, tahta tersebut telah tergeser oleh sebuah lagu yang cukup unik yang datang bukan dari golongan artis maupun selebriti.

Lagu tersebut berjudul “Gemeinsam Sind Wir”, atau yang artinya “Bersama Kita Kuat”. Lagu ini merupakan lagu gerakan anti-Muslim di Jerman yang menamai dirinya dengan “kelompok Patriotik Eropa Melawan Islamisasi Barat (Pegida).

Lagu yang dirilis untuk menghimpun dana sumbangan tersebut dengan cepat melesat di tangga lagu, meski juga sering dicibir karena aransemennya yang kelewat simple dan absennya lirik dalam lagu tersebut.

Menurut penelusuran Harian Indo, pada 30 Desember 2015 lalu lagu tersebut sempat merebut posisi teratas dalam Top 10 Amazon Best Selling. Mereka menggeser lagu Hello milik Adele yang sebelumnya sempat kokoh berada di puncak.

Tak hanya itu, video Gemeinsam Sind Wir yang berada di YouTube pun telah ditonton sebanyak lebih dari 130 ribu kali dan terus bertambah.

Pegida mulai berdiri pada sekitar Oktober 2014 lalu. Gerakan anti-Islam yang berpusat di Dresden, Jerman, ini kemudian terus berkembang hingga berhasil merekrut anggota yang mencapai lebih dari 200 ribu orang.

(Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Ada Guratan di Payudara Kylie Jenner, Hasil Operasi?

Ada Guratan di Payudara Kylie Jenner, Hasil Operasi?

Los Angeles – Aktris dan model Kylie Jenner kerap kali membantah bahwa bentuk tubuhnya yang ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis