Home > Teknologi > Gioveny Astaning Permana, Gadis Hijab yang Lantang Kritisi Stiker Vulgar LINE

Gioveny Astaning Permana, Gadis Hijab yang Lantang Kritisi Stiker Vulgar LINE

Jakarta – Seorang gadis asal Bogor belakangan ini sedang menjadi buah bibir di kalangan netizen. Pasalnya, ia mengkritik isi konten pada aplikasi chatting online, LINE, yang dinilainya terlalu vulgar dan tidak pantas ditampilkan untuk umum, terutama dengan semakin banyaknya pengguna LINE yang berasal dari kalangan remaja dan anak-anak.

Berdasarkan penelusuran Harian Indo (Sabtu, 2/1/2016), perempuan yang dimaksud bernama Gioveny Astaning Permana. Secara spesifik, ia mengungkapkan keberatannya terhadap fitur “sicker” yang menawarkan gambar-gambar ekspresi di aplikasi tersebut.

Dari berbagai sticker yang ditawarkan LINE untuk mengungkapkan ekspresi penggunanya ketika melakukan chatting, Gioveny menyoroti sticker yang bertema cinta-cintaan. Menurutnya, beberapa sticker bertema cinta dan pacaran itu memiliki tampilan yang kelewat batas dan terlalu vulgar, tentu terutama untuk budaya ketimuran yang dianut oleh masyarakat Indonesia.

Gioveny bahkan sempat melakukan riset kecil, yang menunjukkan bahwa sticker bertajuk So much love, short couple problem, him & her, Lily & Marigold, romantic memories, love lasting forever, hugs and kisses, merupakan sticker asmara yang masuk ke dalam 50 sticker paling populer di LINE. Sticker-sticker tersebut menampilkan adegan dua karakter pria dan wanita yang dianggap Gioveny kurang pantas.

Gioveny Astaning Permana, Gadis Hijab yang Lantang Kritisi Stiker Vulgar LINE

Sejumlah sticker yang dianggap vulgar oleh Gioveny Astaning Permana. (sumber foto: LINE)

Terkait protesnya tersebut, Gioveny lantas membuat petisi di situs Change.org.

“Semoha LINE Indonesia dan seluruh pemilik aplikasi di Playstore baik pengunduh maupun creator mau menyaring konten dan membuat kebijakan yang memegang prinsip hak anak ((Convention on the Rights of the Child’s),” demikian tulis Gioveny dalam petisinya.

Sampai saat ini, petisi tersebut telah didukung oleh lebih dari 7.500 netizen. Belum ada tanggapan dari pihak LINE sendiri. (Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Kapolri: Telegram Medsos Favorit Kelompok Teroris

Kapolri: Telegram Medsos Favorit Kelompok Teroris

Jakarta – Pemblokiran media sosial Telegram oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) jelas menuai pro ...