Home > Ragam Berita > Usai Pesta Tahun Baru, Kawasan Perkebunan Teh Puncak Dipenuhi Kondom Dan CD

Usai Pesta Tahun Baru, Kawasan Perkebunan Teh Puncak Dipenuhi Kondom Dan CD

Bogor – Pergantian tahun kemarin sebagian besar dirayakan oleh masyarakat Indonesia dengan cara yang beraneka ragam, ada yang berlibur ke luar kota, ada yang kumpul bersama rekan kerja dan nongkrong. Salah satu tempat tujuan untuk berlibur sekaligus merayakan tahun baru adalah pergi ke kawasa puncak, Bogor. Namun sayangnya, beberapa orang merayakannya dengan cara yang salah dan merugikan kawasan indah tersebut.

Beberapa kondom yang telah dipakai dan celana dalam banyak ditemukan di perkebunan teh yang berada di kawasan Puncak. Memang bukan hal yang asing bahwa disana sering di kawasan yang berhawa dingin tersebut sering dijadikan ajang untuk maksiat, dan banyak kita temukan para makelar yang menawarkan vila beserta “selimut” nya. Tak cuma itu, di kawasan perkebunan teh disana jika malam juga kerap dijadikan ajang bagi para pemuda untuk berpesta seraya menikmati hawa yang dingin sejuk.

Sehabis liburan, memang banyak sampah yang menumpuk yang ditinggalkan oleh para wisatawan. Seperti yang dipantau tim Harianindo< Sabtu (2/1/2015), Kepala UPT Kebersihan Wilayah II Ciawi Yudi Prayudi mengatakan bahwa memang susah jika membersihkan sampah sekaligus di kawasan puncak karena terkendala dengan adanya kabut serta hujan yang sering datang. (Rini Masriyah - Harianindo.com)

x

Check Also

KPK Cekal Mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar

KPK Cekal Mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan cekal terhadap mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis