Home > Gaya Hidup > Sebagai Makhluk Termulia, Apakah Nabi Muhammad SAW Pernah Melakukan Kesalahan ?

Sebagai Makhluk Termulia, Apakah Nabi Muhammad SAW Pernah Melakukan Kesalahan ?

Jakarta – Sebagian umat muslim masih banyak yang memperdebatkan apakah Rasulullah Muhammad SAW sama sekali tidak pernah melakukan dosa atau kesalahan dalam hidupnya.

Sebagian orang berpendapat bahwa Rasulullah maksum atau terjaga dari dosa setelah dirinya diutus Allah sebagai nabi, sebelumnya beliau bisa dibilang hanya manusia biasa yang bisa saja berbuat dosa dan kesalahan. Bahkan ada yang lebih ekstrim dengan menyebut Nabi Muhammad adalah seorang atheis saat dirinya belum menjadi nabi.

Sebelum berasumsi lebih jauh, cobalah untuk merenungkan beberapa ayat dan kisah berikut ini, seperti dilansir dari inilah.com, Senin (1/4/2016):

Sejak Nabi Musa as lahir, Allah telah Merencanakan skenario yang begitu indah untuk menyelamatkan nabi-Nya dari keganasan Firaun.

Dia Memerintahkan ibu Musa untuk menghanyutkannya di sungai hingga diselamatkan oleh istri Firaun sendiri. Hingga dewasa pun, Firaun tidak pernah mampu menggagalkan dakwah Nabi Musa kepada umatnya.

Semua ini dapat terjadi karena Musa berada langsung dibawah pengawasan dan penjagaan Allah swt. Seperti dalam Firman-Nya,

“Dan agar engkau (Musa) diasuh di bawah pengawasan-Ku.” (QS.Thaha:39)

Sekarang kita mulai akan menyimpulkan bahwa ternyata Nabi Musa as telah berada dalam “penjagaan” dan “pengawasan” Allah sejak masih bayi. Sementara kita tau bahwa Nabi termulia dari deretan para Nabi adalah Nabi Muhammad saw.

Mungkinkah Nabi Musa berada dalam pengawasan Allah sejak bayi sementara Nabi Muhammad baru memdapatkannya
setelah menjadi Nabi?

Mungkinkah Nabi Musa “dijaga” oleh Allah sejak awal kelahirannya sementara Nabi Muhammad baru mendapat penjagaan setelah diutus sebagai Rasul?
Sungguh hal yang mustahil

Karena Allah pun menggunakan kata yang sama seperti yang digunakan kepada Nabi Musa, yaitu dengan kata (dibawah “Penglihatan” atau “Pengawasan”-Ku) seperti dalam Firman-Nya,

“Dan bersabarlah (Muhammad) menunggu Ketetapan Tuhan-mu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami.” (QS.At-Thur:48).

Jika Nabi Musa dibawah pengawasan Allah sejak bayi, maka Nabi Muhammad pasti mendapat kemuliaan yang lebih agung dari Musa. Beliau telah terjaga dari segala kesalahan, bahkan ketika masih kanak-kanak dan belum diutus sebagai Nabi.


Baca juga:

Pemuda Ini Memilih Jadi Mualaf Karena Ragu Akan Kisah Maria

Islam Dan Kristen Ini Seperti Tom and Jerry

Bagaimana Nabi Muhammad akan melakukan kesalahan sementara beliau adalah Makhluk termulia dan Ciptaan paling sempurna yang telah mendapat stempel dari Allah sebagai Uswatun Hasanah, contoh bagi seluruh umat manusia.”Allah telah mendidikku dan itulah sebaik-baik didikan” (Rasulullah saw).

Allah selalu mengagungkan Nabi Muhammad SAW dalam setiap ayat-ayat-Nya. Lantas mengapa kita selalu mempertanyakan seorang yang telah dimuliakan oleh Allah dengan segala keraguan kita? (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Boomerang Chanel Yang Dibandrol Rp 19 Juta Tuai Banyak Kritikan

Boomerang Chanel Yang Dibandrol Rp 19 Juta Tuai Banyak Kritikan

Jakarta – Chanel baru-baru ini merilis brand terbarunya sebagai bagian dari pra koleksi spring/summer 2017 ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis