Home > Gaya Hidup > Kesehatan > Tahukah Anda Payudara Wanita akan Mengeluarkan Keringat Wangi Saat Terangsang

Tahukah Anda Payudara Wanita akan Mengeluarkan Keringat Wangi Saat Terangsang

Jakarta – Hubungan seksual bisa memberikan efek ke seluruh tubuh. Pada wanita, hubungan intim tidak hanya akan mempengaruhi Miss V, namun juga bagian kewanitaan yang lain, yakni payudara.
Tahukah Anda Payudara Wanita akan Mengeluarkan Keringat Wangi Saat Terangsang
Ketika mengalami rangsangan saat melakukan hubungan suami-istri, payudara akan mengalami pengerasan atau kontraksi, dan menjadi tegang, seperti halnya keadaan Mr P ketika terangsang. Namun demikian, rangsangan seksual tersebut tidka berhenti hanya sampai di sana.

Seperti dilansir dari Liputan6.com, Minggu (10/1/2016), berikut ini sejumlah efek biologis dari rangsangan seksual yang diterima oleh payudara wanita.

1. Jadi lebih sensitif
Payudara masuk dalam zona sensitif. Saat bergairah tentu saja organ tubuh ini menjadi lebih sensitif dengan sentuhan. Tak hanya puting, tetapi juga areola, dan payudara secara keseluruhan.

2. Lebih besar
Tubuh mengalami empat tahap yang berbeda selama hubungan seksual yakni kegembiraan, plateau, orgasme, dan resolusi. Selama fase plateau tubuh seperti mengembang dan membengkak, untuk mengantisipasi orgasme.

Ketika bercinta, Miss V mengembang sekitar dua pertiga ukuran biasa selama fase ini. Payudara juga lebih besar, tepatnya lebih besar hingga 20 sampai 25 persen.

3. Areola membengkak
Tak hanya ukuran payudara yang lebih besar, areola juga ikut membengkak saat berhubungaan intim. Ini adalah kombinasi dari payudara menjadi penuh dengan darah yang mengakibatkan perubahan ukuran. Kadang-kadang areola sangat membengkak sehingga tidak terlihat puting tegak. Padahal, selama wanita terangsang puting bakal mengeras.

4. Keluarkan keringat wangi
Itu adalah kelenjar apokrin di areola yang melepaskan feromon (“keringat wangi”). Pada tingkat sadar Anda dan pasangan mungkin tak bisa mencium aromanya atau mendeteksi keberadaannya. Anda berdua hanya akan menjadi lebih tertarik satu sama lain secara seksual.

5. Payudara minta otak lepaskan oksitosin
Ketika payudara dibelai, stimulasi puting mengirim memo ke otak dengan mengatakan sudah waktunya untuk melepaskan oksitosin. Oksitosin yang dikenal sebagai hormon cinta membuat orang merasa mesra, dan merupakan komponen utama dalam menciptakan ikatan emosional selama seks.

6. Berikan bantuan capai orgasme
Menurut sebuah studi Universitas Rutgers, ada hubungan neurologis antara puting dan stimulasi clitoris. Ini artinya, wanita yang kesulitan orgasme bisa terbantu dengan rangsangan kedua payudara agar mencapai klimaks. Bahkan, ada beberapa wanita yang rangsangannya hanya berasal dari puting saja.

7. Berubah warna
Kombinasi estrogen yang melalui tubuh dan stimulasi pembuluh darah menyebabkan bagian bawah maupun sisi payudara berwarna merah muda (pink). Warna pink ini juga dapat menyebar ke perut bagian atas dan leher.

Sebelum menjadi pink, payudara berwarna biru karena vena di payudara menjadi lebih terlihat berkat vasocongestion

(Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Awas, Ada Bahaya Dibalik Kantong Teh Celup

Awas, Ada Bahaya Dibalik Kantong Teh Celup

Jakarta – Salah satu minuman kesukaan masyarakat adalah teh. Namun proses dari pemetikan daun teh ...