Home > Ragam Berita > Nasional > MUI Menilai Gerakan Gafatar Telah Meresahkan Masyarakat

MUI Menilai Gerakan Gafatar Telah Meresahkan Masyarakat

Surabaya – Seorang mahasiswa Surabaya, Erri Indra Kausar, dikabarkan telah menghilang dan diduga bergabung dengan kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Terkait berita ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur pun mulai bereaksi.
MUI Menilai Gerakan Gafatar Telah Meresahkan Masyarakat
“Sebelum kasus di Yogyakarta, sebenarnya ada laporan seperti itu,” tutur Ketua MUI Jatim, KH Abdusshomad Bukhori, sebagaimana dikutip dari detikNews, Selasa (12/1/2016).

Abdusshomad menuturkan bahwa masyarakat Jatim seakan masih ragu untuk mengangkat isu Gafatar ini ke ranah hukum. Laporan yang diterima MUI pun kebanyakan tidak resmi dan mayoritas hanya melalui sambungan telepon.

“Kebanyakan laporannya tidak resmi, lebih banyak melalui telepon. Tapi ada seorang perempuan yang pernah datang langsung ke kantor kami melaporkan tentang Gafatar,” terang Abdusshomad.

Dengan program kerja yang disinyalir menjurus pada penciptaan faham atau agama baru, MUI Jatim pun telah merekomendasikan kepada MUI Pusat bahwa Gafatar telah meresahkan masyarakat, dan bisa dikategorikan sebagai organisasi terlarang.

“Jadi harus dilarang, karena mengkafirkan yang lain, mengajak tidak salat, dan lain sebagainya. Saya sudah berani mengatakan sesat,” tandas Abdusshomad.

Gafatar sendiri disebut-sebut merupakan sebuah “bentuk baru” dari Al Qiyadah Al Islamiah pimpinan Ahmad Musadeq, yang sudah dianggap sebagai ajaran yang menyimpang dari Islam. (Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

PA 212 Menyebut Kapitra Sudah Bukan Lagi Penasehat Hukum Habib Rizieq

PA 212 Menyebut Kapitra Sudah Bukan Lagi Penasehat Hukum Habib Rizieq

Jakarta – Kali ini penegasan diungkapkan oleh pihak PA 212 dimana mereka mengatakan bahwa Kapitra ...