Home > Ragam Berita > Nasional > Mahasiswi Asal Solo Disebut Telah Melepas Hijabnya Usai Gabung Gafatar

Mahasiswi Asal Solo Disebut Telah Melepas Hijabnya Usai Gabung Gafatar

Sleman – Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, telah melakukan gelar perkara untuk membahas penemuan dokter Rica, wanita yang sempat menghilng di akhir tahun lalu dan ditemukan belum lama ini. Dokter Rica ditemukan beserta tiga orang lainnya yang sempat dikabrkan hilang di wilayah Kalimantan.
Mahasiswi Asal Solo Disebut Telah Melepas Hijabnya Usai Gabung Gafatar
Seperti dilansir dari Tribunnews, Selasa (12/1/2016), acara gelar perkara itu dilaksanakan di depan Loby Polda DIY. Dalam acara tersebut, beberapa keluarga korban yang hilang juga nampak hadir.

Salah satu keluarga korban tersebut adalah Fikri Hermawan (24), warga Purworejo. Ia kehilangan adik perempuannya, Silvi Nur Fitriani (20), dan belum ditemukan hingga saat ini.


Baca juga

Gerakan Gafatar Tak Mewajibkan Pengikutnya Untuk Shalat Dan Puasa

MUI Menilai Gerakan Gafatar Telah Meresahkan Masyarakat

Polisi Masih Menyelidiki Keterlibatan Mahasiswa Surabaya Terhadap Gerakan Gafatar

Ketika menghilang pada sekitar 6 Desember 2015 lalu, Silvi masih berstatus sebagai mahasiswi Universitas Negeri Sebelas Maret, Solo. Fikri yakin bahwa adik perempuannya itu menghilang karena bergabung bersama Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

“Dia mengirimkan surat ke rumah, intinya pamit mau pergi ke suatu tempat. Saya yakin dia ikut Gafatar karena diceritakan teman-temannya. Dia diajak pacarnya,” terang Fikri.

Fikri menceritakan lagi bahwa sejak bergabung bersama Gafatar pada tahun 2014 lalu, terjadi perubahan yang cukup besar dalam diri Silvi. Ia yang semula berhijab bahkan memutuskan untuk melepaskan penutup auratnya itu. Lebih jauh, Silvi juga tidak lagi mengerjakan sholat dan puasa.

“Saya sudah hilang kontak. Twitter, facebook, milik adik saya sudah mati semua. Saya ke Polda DIY untuk memastikan kelanjutan kasus ini. Saya berharap adik saya ditemukan,” ujarnya. (Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Sandiaga Uno Sebut Jumlah Penerima KJP Terlalu Banyak

Sandiaga Uno Sebut Jumlah Penerima KJP Terlalu Banyak

Jakarta – Wakil Gubernur Jakarta, Sandiaga Uno, menilai selama ini penyebaran Kartu Jakarta Pintar (KJP) ...